Prabowo Subianto Tegaskan Sikap Terkait Koruptor: "Tobat dan Kembalikan yang Dicuri"

photo author
Radi Iswan, Bidik Tangsel
- Minggu, 29 Desember 2024 | 10:34 WIB
Presiden Prabowo Subianto saat pidato pada peringatan Natal Nasional, menegaskan koruptor harus mengembalikan uang yang dicuri dan menjaga integritas pemerintahan yang bersih. (Foto: Istimewa)
Presiden Prabowo Subianto saat pidato pada peringatan Natal Nasional, menegaskan koruptor harus mengembalikan uang yang dicuri dan menjaga integritas pemerintahan yang bersih. (Foto: Istimewa)

Jakarta, bidiktangsel.com – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memberikan klarifikasi atas pernyataannya yang sempat menuai perdebatan di masyarakat terkait sikapnya terhadap koruptor.

Dalam pidatonya baru-baru ini, Prabowo menegaskan bahwa dirinya tidak mendukung tindakan memaafkan koruptor tanpa syarat.

Baca Juga: Presiden Prabowo Subianto Tegaskan Aparat Pemerintahan untuk Bersihkan Diri demi Indonesia Bersih dan Bermartabat

"Ada yang mengatakan saya mau maafkan koruptor, bukan begitu maksud saya," tegas Prabowo. Ia menjelaskan bahwa sikapnya sejalan dengan ajaran agama yang mendorong orang untuk bertobat.

Namun, tobat tersebut harus disertai dengan pengembalian hasil korupsi kepada negara.

"Kalau koruptornya sudah tobat, bagaimana tokoh-tokoh agama mengajarkan? Iya kan, orang bertobat itu baik. Tapi kembalikan dong yang kau curi. Enak saja sudah nyolong terus bilang, 'Aku bertobat.' Tidak bisa begitu," lanjutnya.

Baca Juga: Presiden Prabowo Subianto: Keluarga Saya Adalah Keluarga Pancasila

Prabowo menekankan pentingnya keadilan bagi rakyat yang menjadi korban dari praktik korupsi.

"Kasihan rakyat. Kembalikan uang itu sebelum kami mencari tahu hartamu ada di mana. Kita akan kejar," imbuhnya.

Pentingnya Kesadaran dan Pertobatan
Presiden juga menyoroti peran moralitas dalam penegakan hukum, dengan harapan agar mereka yang telah melakukan kesalahan di masa lalu memiliki kesadaran untuk bertanggung jawab.

Baca Juga: Habiburokhman di DPR: Kritik Mahfud MD, Sebut Gagal dalam Penegakan Hukum

"Saya tidak mengatakan memaafkan koruptor. Saya ingin menyadarkan mereka yang terlanjur berbuat dosa. Bertobatlah, itu ajaran agama," ujar Prabowo.

Pernyataan ini menuai berbagai respons dari masyarakat. Banyak yang mendukung sikap tegas Prabowo yang menekankan pentingnya pertobatan dan pengembalian uang negara.

Di sisi lain, ada yang berharap pemerintah tetap konsisten dalam memberantas korupsi tanpa pandang bulu.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Radi Iswan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X