Presiden RI Prabowo Subianto Instruksikan Penggunaan E-Katalog 6.0 untuk Seluruh Transaksi Pemerintah Mulai 1 Januari 2025

photo author
Radi Iswan, Bidik Tangsel
- Kamis, 12 Desember 2024 | 15:01 WIB
Penerapan E-Katalog versi 6.0 untuk seluruh transaksi di kementerian, lembaga, hingga pemerintah daerah.
Penerapan E-Katalog versi 6.0 untuk seluruh transaksi di kementerian, lembaga, hingga pemerintah daerah.

Jakarta, bidiktangsel.com - Dalam upaya mendorong efisiensi, transparansi, dan kecepatan dalam pengelolaan anggaran negara, Presiden RI Prabowo Subianto telah resmi menginstruksikan penerapan E-Katalog versi 6.0 untuk seluruh transaksi di kementerian, lembaga, hingga pemerintah daerah.

Kebijakan ini akan berlaku efektif mulai 1 Januari 2025.

Peluncuran E-Katalog 6.0 dilaksanakan pada sebuah acara yang juga dihadiri Ketua Dewan Ekonomi Nasional Indonesia, Luhut Binsar Panjaitan. 

Baca Juga: Pj Gubernur Banten Al Muktabar Tetapkan UMP 2025 Naik Jadi Rp2.905.199,90

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih dan bertanggung jawab.

"Mari kita wujudkan pemerintah yang bersih melalui pengelolaan manajemen yang baik, kepemimpinan yang efektif, dan penggunaan teknologi. Tentunya, pada akhirnya kita harus berani menegakkan hukum," ujar Presiden Prabowo.

E-Katalog 6.0 dirancang sebagai sistem digitalisasi pengadaan barang dan jasa yang lebih terintegrasi. 

Baca Juga: Pemkot Tangsel Raih STBM Award 2024, Bukti Komitmen pada Sanitasi dan Kebersihan

Dengan platform baru ini, seluruh proses pengadaan—mulai dari pemesanan, kontrak, pembayaran, hingga pengiriman barang—akan menjadi lebih sederhana dan transparan. 

Sistem ini juga mempermudah pelaporan pajak, memberikan kenyamanan bagi semua pihak yang terlibat.

Luhut Binsar Panjaitan dalam kesempatan yang sama menjelaskan bahwa penerapan E-Katalog telah memberikan dampak signifikan terhadap penghematan anggaran negara. 

Baca Juga: Pemkot Tangsel Raih Predikat Badan Publik Informatif Tertinggi se-Banten

Hingga akhir 2024, transaksi melalui E-Katalog tercatat mencapai Rp253,1 triliun, dengan penghematan hingga Rp50 triliun di berbagai sektor strategis. 

"Ini bukan sekadar angka, tetapi bentuk nyata pengelolaan anggaran yang bertanggung jawab dan berorientasi pada kepentingan rakyat," tambahnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Radi Iswan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X