Maruarar Sirait: Salut dengan Ketulusan Hati Pak Prabowo, Doa untuk 10 Tahun Kepemimpinan

photo author
Radi Iswan, Bidik Tangsel
- Minggu, 21 Januari 2024 | 19:27 WIB
Politisi senior Maruarar Sirait saat menghadiri deklarasi dukungan Sahabat Bang Ara untuk kemenangan Prabowo-Gibran di Majalengka, Jawa Barat, Minggu (21/1/2024). (Foto: Dok. Ist)
Politisi senior Maruarar Sirait saat menghadiri deklarasi dukungan Sahabat Bang Ara untuk kemenangan Prabowo-Gibran di Majalengka, Jawa Barat, Minggu (21/1/2024). (Foto: Dok. Ist)

Majalengka, bidiktangsel.com - Politisi senior Maruarar Sirait, atau yang akrab disapa Bang Ara, mengungkapkan doanya agar calon presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto, dapat memimpin bangsa Indonesia selama 10 tahun ke depan.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ara kepada Prabowo saat menghadiri deklarasi dukungan 'Sahabat Bang Ara' untuk kemenangan Prabowo Gibran di Majalengka, Jawa Barat, pada Minggu (21/1).

"Kita doakan Pak Prabowo menjadi Presiden Indonesia 10 tahun. Kita doakan sehat. Tolong bantu program-program pemerintah yang bisa menyejahterakan rakyat di tanah Majalengka ini," ujar Ara.

Baca Juga: Prabowo Terima Kasih dan Ajak Bang Ara Bergabung dalam TKN Prabowo-Gibran: Menuju Indonesia Sejahtera Bersama!

Ara juga menjelaskan alasan mendukung Prabowo Gibran. Menurutnya, Prabowo menjadi lambang kerukunan di Indonesia. Ara melanjutkan bahwa Prabowo dan Joko Widodo (Jokowi) pernah menjadi rival dalam pilpres tahun 2014 dan 2019.

Namun, setelah kontestasi Pilpres 2019, Jokowi mengajak Prabowo untuk bergabung dalam pemerintahan.

“Pak Jokowi dengan rendah hati minta Pak Prabowo membantu di dalam pemerintahan. Dan Pak Prabowo yang bertarung keras dua kali, walaupun pendukung Pak Prabowo ada yang tidak suka, menganggap Pak Prabowo menjadi pengkhianat karena bergabung dengan lawannya, tetapi demi bangsa dan negara, demi kerukunan, Pak Prabowo dan Pak Jokowi rela untuk bersatu. Untuk Indonesia,” ucap Ara.

Baca Juga: Prabowo Subianto: Demokrasi Berarti Kekuasaan Ada pada Rakyat, Pemimpin-pemimpin Harus Bersatu

Ara menekankan bahwa kedua tokoh ini menjadi contoh bahwa rivalitas tidak lebih besar daripada kepentingan bangsa dan negara yang menginginkan perdamaian.

“Kalau tidak ada Jokowi dan Prabowo, tidak ada contoh soal kerukunan. Pemimpinnya cuma ada konflik terus. Bertarung terus. Kita bersyukur. Bung Karno mengajarkan ‘jasmerah’, jangan melupakan sejarah,” kata Ara.

“Pak Jokowi dan Pak Prabowo menghormati sejarah dan juga membuat sejarah. Bukan hanya di Indonesia, tapi di dunia. Ini adalah nilai kelas dunia. Nilai juara. Dua orang yang bertarung keras bisa bersatu untuk Indonesia,” lanjutnya.

Baca Juga: Prabowo Subianto Mantap Lanjutkan Program Jokowi: Komitmen Besar untuk Kemakmuran Rakyat Indonesia

Ara juga mengungkapkan bahwa ia belajar dari Prabowo mengenai sikap apa adanya dan menyebut Prabowo sebagai sosok yang tulus.

"Saya belajar dari Bapak apa adanya. Saya salut dengan ketulusan Bapak dan selama Bapak empat tahun selalu setia mendukung Pak Jokowi," pungkasnya. (***)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Radi Iswan

Sumber: Promedia

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X