Jakarta, bidiktangsel.com - Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran telah mengumumkan struktur tim kampanye mereka dalam sebuah konferensi pers yang diselenggarakan di Grand Hotel Kemang, Jakarta Selatan.
Pada kesempatan tersebut, Sekretaris TKN Nusron Wahid mengumumkan bahwa Muhammad Arief Rosyid Hasan akan bertanggung jawab sebagai Komandan Pemilih Muda.
Setelah pengumuman tersebut, Arief Rosyid, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum PB HMI pada periode 2013-2015, mengonfirmasi penunjukan dirinya dan mengumumkan niatnya untuk mengundurkan diri dari PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI).
Baca Juga: Tim Kampanye Nasional Prabowo Gibran Resmi Diumumkan dengan 270 Anggota
"Saya telah meminta izin kepada Komisaris Utama BSI, Bapak Muliaman Haddad, dan Menteri BUMN Bapak Erick Thohir. Dalam komunikasi kami, saya menyampaikan pengunduran diri ini sebagai komitmen saya untuk menjaga integritas BSI, yang merupakan salah satu lembaga perbankan milik BUMN yang sangat diandalkan oleh bangsa Indonesia dan umat Islam," ungkap Arief.
Arief juga mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada jajaran komisaris dan direksi BSI atas kerja sama yang telah terjalin selama hampir tiga tahun terakhir.
"Saya merasa bangga bisa berkontribusi melalui lembaga yang sangat penting dalam pembangunan ekonomi syariah di Indonesia. BSI adalah lembaga yang telah dipilih oleh Menteri BUMN Erick Thohir untuk membawa bangsa kita meraih pengakuan di tingkat global dalam bidang keuangan syariah. Terima kasih kepada para jajaran komisaris, direksi, dan seluruh keluarga besar BSI," tambahnya.
Arief Rosyid Hasan, yang sering dipanggil ARH, memiliki rekam jejak sebagai Wakil Direktur TKN Milenial Jokowi-Ma’ruf Amin pada Pilpres 2019 dan juga dikenal sebagai seorang aktivis muda yang terlibat dalam berbagai segmen, mulai dari gerakan milenial hingga kegiatan di masjid/pesantren serta dalam sektor ekonomi dan keuangan syariah.
"Suara pemuda akan menjadi suara mayoritas dalam Pilpres 2024 mendatang. Yang paling penting adalah bagaimana kita, generasi muda, benar-benar hadir sebagai representasi generasi kita sendiri, sehingga pemuda bukan hanya menjadi objek, apalagi komoditas. Sebaliknya, pemuda harus berperan aktif sebagai subjek dalam kebijakan publik untuk memperluas manfaatnya bagi pemuda lainnya," pungkas Arief Rosyid Hasan. (***)
Artikel Terkait
TP PKK Kota Tangerang Ikuti Lomba e Dasawisma Penurunan Stunting
Dua Penghargaan Diraih Pemkot Tangerang Dalam Ajang Bhumandala Awards 2023
Walikota Serang Resmikan Jalan Utama Puri Anggrek
Presiden Jokowi Kritik Politik Indonesia yang Terlalu Dramatis dalam Acara Ulang Tahun Golkar
Jelang Putusan Etik, Diskusi Pelanggaran Kode Etik di Mahkamah Konstitusi