“Karena didua wilayah ini banyak kos-kosan dan kontrakan dan sebagai wilayah lintasan Tangsel-Sukabumi,” ujar Kepala BNNP Kota Tangsel yang ramah dengan awak media ini.
Sedangkan narasumber drg. Vinna Tauria dari Sub Koordinator Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Tangsel, hal ini karena dahsyatnya bahaya narkoba. Karena bukan hanya merusak fisik, narkoba juga menghancurkan mental seseorang.
Oleh sebab itu, sambungnya butuh waktu panjang untuk menyembuhkan kerusakan mental dan kerusakan sel-sel otak dari seorang pecandu narkoba.
"Mungkin pecandu narkoba secara fisik dia sudah sehat, karena sudah tidak memakai lagi, tapi secara mental dia tetap strugle (berjuang-red) seumur hidup," ungkapnya dalam workshop "Penguatan kapasitas kepada insan media mendukung Kota tanggap ancaman narkoba.
Lanjut drg. Vinna, ia memiliki pengalaman saat bertugas di Balai Besar Rehabilitasi BNN, Cigombong, Jawa Barat. Dimana ia menemukan seorang pecandu narkoba yang baru selesai direhab selama 6 bulan ternyata masih memakai lagi usai rehab.
"Bahkan ketika selesai rehab, dia malah hanya ingin mencari narkoba. Seperti orang tidak tahan buang air besar," ujarnya.
Menurutnya lagi, mental pecandu narkoba sering naik turun. Ketika dalam keadaan depresi, stres dan dalam keaadaan terjepit, maka seorang pecandu narkoba melarikan dirinya ke markoba kembali.
Oleh sebab itu ia tidak ada garansi bahwa pecandu narkoba benar-benar bisa sembuh, bahkan ketika sudah direhabilitasi berkali-kali.