Oleh karenanya, Pilar berharap agar pos gizi ini dimanfaatkan dengan baik. Sehingga stunting bisa terdeteksi sejak dini, dan kecukupan gizi bagi ibu-ibu hamil juga dapat diperhatikan.
"Jadi kewajiban kita semua, untuk lebih aware di lingkungan sekitar kita. Ibu-ibu hamil kita perhatikan, dan jika ada masalah segera untuk dilaporkan sehingga bisa cepat dibantu," pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel, Allin Hendarlin Mahdiar menegaskan terus menggencarkan pengadaan pos gizi untuk menekan angka stunting.
“Kita bantu dengan mengadakan pos gizi di Tangsel,” ujarnya.
Kata Allin, di pos gizi itu anak-anak yang masuk gizi buruk supaya tidak stunting atau sudah stunting bersama orang tua, di sana orang tua diajarkan memasak memilih makanan yang baik, cara memberikan ke anaknya seperti apa, ada arena merangsang motorik jadi bisa mengalami tumbuh kembang.
“Sekarang ada 42 pos gizi di Tangsel, bentuknya tidak mesti di posyandu, tetapi juga rumah yang bisa ditempati,” tutupnya. (ADV)