Pada tahun 1976 ia mengalahkan Chen Yu Niang pemain RRT, pada kejuaraan invitasi Asia di Bangkok. Pada tahun 1979 dia berpasangan dengan Imelda Wiguna keluar sebagai juara All England dan menjuarai turnamen terbuka Denmark. Di ASEAN GAMES VIII Bangkok tahun 1978 dia menundukkan pasangan Chen Yun Niang dan Chen Hui Ming dari RRT. Dia adalah juara tunggal Silver Bowl di Melbourne setelah mengalahkan Gillian Gilks, pemain bulutangkis dari Inggris.
Vera memang sangat berprestasi. Pada tunggal putri, Legenda Bulutangkis Indonesia sukses menjuarai Kejuaraan Dunia 1980 di Jakarta. Dia menjadi kampiun usai di final mengalahkan rekannya, Ivana Lie,11-1, 11-3.
Setahun sebelumnya, bersama Imelda Wigoena, Vera juga merenggut juara All England 1979 setelah menekuk Atsuko Tokuda/Mikiko Takada (Jepang), 15-3, 10-15, 15-5. Mereka pun menjadi pasangan ganda putri kedua Indonesia yang sukses di All England setelah Minarni/Retno Kustiyah yang melakukannya pada 1968. Bersama Imelda pula, Vera merebut emas SEA Games Manila 1981.
Prestasi besar lainnya bersama Eddy Hartono, Vera sebelumnya juga ikut mengantarkan Indonesia memboyong Piala Sudirman 1989. Mereka menjadi penentu kemenangan tim Garuda 3-2 atas Korea Selatan di final setelah mengatasi Park Joo-bong/Chung Myung-hee, 18-13, 15-3.
Prestasi Verawaty Fajrin :
Tunggal Putri :
Juara Kejuaraan Dunia 1980
Finalis All England Open 1980
Juara SEA Games 1981
Juara Indonesia Terbuka 1982
Ganda Putri :