Serpong, bidiktangsel.com — Lambatnya penerbitan sertifikat tanah warga melalui program Pendaftaran Tanah Sisteratis Lengkap (PTSL) menjadi perhatian serius Kementerian Agraria dan Tata Ruang / Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).
Bahkan pihaknya menyebut BPN Tangsel dan BPN Banten mendapat perhatian khusus karena kompleksitas masalah.
Hal itu diungkapkan Wakil Menteri ATR/BPN Surya Tjandra, saat menyambangi kantor ATR/BPN Kota Tangerang Selatan, di kawasan Serpong, Jumat (03/9/2021).
Dia mengatakan, dua daerah atau wilayah (BPN Kota Tangsel dan BPN Banten) menjadi perhatian khusus karena kompleksitas masalah, peluang, dan potensi ekonominya sangat besar. Pihaknya akan membenahi dua daerah itu agar menjadi yang terbaik terutama dalam hal pelayanannya.
Salah satu permasalahan yang terjadi dan hingga kini masih berlangsung yakni mengenai lambatnya program PTSL. Pihaknya telah mendiskusikan persoalan tersebut, baik terkait data-data, apa saja hambatannya dan bagaimana cara penyelesaiannya.
“Terus nanti menjelang digitalisasinya supaya fix, juga sambil membereskan tantangan-tantangan masa lalu yang sekarang baru muncul,” ujar Surya, Jumat (03/9/2021).
Menurutnya, perlu ada langkah- langkah strategis dari daerah dan dukungan yang kuat dari pusat.