Airin mengisahkan bahwa Dadang juga memberikan dampak yang besar terhadap PAD Kota Tangerang Selatan. Setelah dirinya bertugas di BP2T, Dadang dipercaya untuk memimpin Badan Pendapatan Daerah.
Selama tiga tahun di Bapenda, Dadang berhasil membuat program Pentungan PBB yang saat ini menjadi program unggulan dan mampu meningkatkan PAD dari sektor PBB dan PBHTB di Kota Tangsel secara signifikan.
Pada saat tutup usia, Dadang sedang diamanatkan menjadi Kepala Dinas Pariwisata. ”Nanti pekerjaan beliau, ide-ide beliau untuk meningkatkan kualitas pariwisata akan kami teruskan. Karena saya yakin bahwa ide-ide milik almarhum sangatlah berharga,” kata dia.
Sementara Sekretaris Dinas Pariwisata, Heru, menjelaskan bahwa Dadang meninggal diakibat pembengkakkan pada jantung pada saat dirinya sedang melakukan isolasi mandiri di salah satu rumah sakit di Kota Tangsel.
”Sudah seminggu beliau sakit,” katanya yang menambahkan bahwa seluruh masyarakat diharapkan bisa mengirimkan doa kepada salah satu pahlawan pembangunan dari kalangan ASN tersebut.
Dia memastikan bahwa Dadang merupakan orang yang baik dan sangat ramah. Jadi pasti akan ada banyak orang yang akan merasa kehilangan. Dan mengirimkan doa agar almarhum bisa diterima di sisi terbaik Allah SWT. (*/Red)