Selain itu, kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan juga akan terkikis jika proses penerimaan diketahui melibatkan praktik-praktik yang tidak etis dan tidak adil.
Jadi kesimpulannya, mencegah kecurangan dalam penerimaan peserta didik baru tidak hanya penting untuk menjaga integritas lembaga pendidikan, tetapi juga penting dalam membentuk budaya yang menghormati kejujuran dan kerja keras.
Dengan melakukan proses penerimaan yang jujur dan adil, lembaga pendidikan memberikan kesempatan yang adil bagi calon siswa dan menghindari dampak buruk bagi pendidikan serta masyarakat.
Oleh karena itu, semua pihak terkait harus bersama-sama memastikan bahwa proses penerimaan peserta didik baru dilakukan secara transparan dan tidak melibatkan praktik-praktik kecurangan. (***)