Baca Juga: Negara Harus Lindungi Hak Warga atas Nomor Telepon di Era Identitas Digital
“Kami harapkan mereka bisa melakukan secara mandiri ya, minum tablet tambah darah ini,” ujar Benyamin.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan dr. Allin Hendalin Mahdaniar mengatakan, pencegahan anemia perlu dilakukan sejak remaja, khususnya pada perempuan, sebagai bagian dari persiapan kesehatan sebelum memasuki usia pernikahan dan kehamilan.
Ia menjelaskan, kondisi anemia pada ibu hamil menjadi salah satu faktor yang berkaitan dengan risiko stunting. Karena itu, intervensi kesehatan sejak usia sekolah dinilai penting untuk membangun kondisi kesehatan yang lebih baik sebelum memasuki fase kehamilan.
“Sebenarnya ini upaya kita dari dulu ya, bagaimana remaja ini tidak mengalami anemia. Sehingga, nanti dia bisa melahirkan juga generasi-generasi yang sehat,” kata Allin.
Baca Juga: Pilar Saga Ingatkan 54 Lurah Tangsel: Integritas Bukan Sekadar Materi, Harus Jadi Pedoman Kerja
Sekolah Diminta Konsisten
Untuk menjaga keberlanjutan program, konsumsi TTD mulai diintegrasikan dengan kegiatan rutin di sekolah. SMPN 13 Tangerang Selatan menjadi salah satu sekolah yang berkomitmen melaksanakan Aksi Bergizi setiap Jumat.
Kegiatan tersebut diisi dengan makan makanan bergizi bersama, kemudian dilanjutkan konsumsi Tablet Tambah Darah dengan pendampingan dari pihak sekolah.
Pemkot Tangsel selanjutnya akan memperluas pelaksanaan program tersebut ke jenjang pendidikan lainnya. Setelah menyasar tingkat SMP, gerakan serupa direncanakan menjangkau pelajar SMA.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi Pemkot Tangsel untuk memperkuat pencegahan anemia di kalangan remaja sekaligus meningkatkan kesadaran pelajar terhadap pentingnya menjaga kesehatan sejak usia sekolah.
(***)