"Untuk anak berkebutuhan khusus, orang tua diperbolehkan ikut mendampingi di dalam bus karena mereka membutuhkan perhatian khusus. Pengemudi dan kondektur yang bertugas juga kami pertahankan orang yang sama agar telah memahami karakter anak-anak yang mereka dampingi," kata Pilar.
Kenaikan BBM Tak Ganggu Operasional
Pilar juga memastikan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) tidak akan mengganggu operasional bus sekolah gratis.
Pemkot Tangsel telah melakukan pergeseran anggaran sekitar Rp400 juta untuk menutup kekurangan biaya operasional akibat penyesuaian harga BBM tersebut.
Ia menambahkan, jika terjadi perubahan harga BBM di masa mendatang, pemerintah akan kembali menyesuaikan anggaran agar layanan tetap berjalan tanpa mengurangi kualitas pelayanan.
Pemkot Tangsel turut membuka komunikasi dengan pemerintah pusat untuk peluang penambahan armada melalui skema hibah, dan sejauh ini mendapat respons positif dari kementerian terkait.
"Kami ingin memastikan seluruh anak-anak dapat berangkat ke sekolah dengan aman, nyaman, dan tanpa terbebani biaya transportasi. Itu merupakan komitmen pemerintah," tutup Pilar.
(***)