info-tangsel

Pemkot Tangsel Siapkan ASN yang Adaptif dan Kompetitif Hadapi Era AI

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:47 WIB
Aparatur Sipil Negara (ASN) yang adaptif dan kompetitif melalui pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

CIPUTAT – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) mengambil langkah strategis dalam menghadapi era transformasi digital dengan menyiapkan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang adaptif dan kompetitif melalui pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Workshop AI Empowerment for Government: Breaking the Limits, Mengakselerasi Kinerja ASN Masa Kini dengan Artificial Intelligence, yang diikuti ratusan ASN dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kecamatan, kelurahan hingga puskesmas di lingkungan Pemkot Tangerang Selatan, Senin (15/6/2026).

Baca Juga: Kuliner Minang Jadi Instrumen Diplomasi Budaya, Restoran Sederhana Resmi Ekspansi ke Singapura

Kegiatan yang digelar oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangerang Selatan itu menghadirkan pakar teknologi informasi Indonesia, Prof. Onno W. Purbo, sebagai narasumber utama guna memberikan pemahaman sekaligus praktik pemanfaatan AI dalam mendukung kinerja pemerintahan.

Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menegaskan bahwa perkembangan teknologi yang berlangsung sangat cepat menuntut pemerintah untuk terus beradaptasi agar mampu menghadirkan pelayanan publik yang efektif, responsif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

"Sekarang dunia sudah berubah, teknologi juga berkembang sangat cepat. Jadi, kita yang juga harus berubah dan menyesuaikan diri. Maka dari itu, saya minta seluruh ASN dari semua OPD bisa memahami dan memanfaatkan kecerdasan buatan ini secara tepat," ujar Benyamin saat membuka workshop.

Baca Juga: Viral Isu Kebocoran 5,7 Juta Data Nasabah Mobile Banking di Dark Web, Bank Jatim Buka Suara dan Lakukan Investigasi

Menurutnya, AI bukan sekadar tren teknologi, melainkan instrumen penting yang dapat membantu pemerintah meningkatkan kualitas pelayanan publik, mempercepat proses pengambilan keputusan, serta memperkuat daya saing daerah di tengah era digital.

Namun demikian, Benyamin mengingatkan bahwa pemanfaatan teknologi AI harus tetap memperhatikan aspek hukum, etika, dan regulasi yang berlaku, termasuk keterbukaan informasi publik, perlindungan data pribadi, serta ketentuan transaksi elektronik.

"Teman-teman harus tahu mana yang bisa digunakan dan mana yang tidak boleh. Jangan sampai penggunaan AI justru menimbulkan persoalan hukum atau pelanggaran aturan. AI atau kecerdasan buatan ini bisa bermanfaat, tetapi juga dapat berdampak negatif jika digunakan melampaui batas," tegasnya.

Baca Juga: BTN Jakim 2026 Disorot, Dugaan Minim Tim Medis Viral Usai Dokter Peserta Lari Turut Tangani Pelari Pingsan

Workshop tersebut dirancang dengan pendekatan 100 persen outcome based, sehingga peserta tidak hanya menerima materi teoritis, tetapi juga langsung mempraktikkan penggunaan AI untuk menghasilkan dokumen kerja yang dapat diterapkan dalam tugas pemerintahan sehari-hari.

Para peserta diwajibkan membawa laptop, data, dokumen, serta regulasi yang berkaitan dengan instansi masing-masing untuk diolah menggunakan teknologi AI. Melalui pendekatan tersebut, hasil pelatihan diharapkan dapat langsung memberikan dampak terhadap peningkatan kualitas kerja ASN.

Salah satu target utama kegiatan ini adalah menghasilkan rekomendasi kebijakan sektoral berbasis AI yang nantinya dapat disampaikan langsung kepada Wali Kota Tangerang Selatan sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan pembangunan daerah.

 

Halaman:

Tags

Terkini