Baca Juga: Dasco: Saham BCA Sedang Murah, Silakan Dibeli Asal Lewat Mekanisme Pasar
“Kalau kita datang ke restoran Sunda ada pete, jengkol, ikan asin, sambal, tahu, tempe hingga ayam goreng. Semua disajikan bersama. Itu mencerminkan demokratisasi dalam makanan,” ujarnya.
Ia juga menyebut keberagaman kuliner Nusantara menjadi gambaran nyata karakter Indonesia yang majemuk. Setiap daerah memiliki makanan khas yang menjadi identitas lokal sekaligus memperkaya khazanah budaya nasional.
“Setiap kota punya ciri makanan khas Nusantara. Ini kekayaan yang luar biasa dan harus menjadi kebanggaan bangsa,” kata Hasto.
Festival Wisata Kuliner Nusantara Bulan Bung Karno menghadirkan puluhan pelaku UMKM kuliner dari berbagai daerah. Selain menjadi ajang promosi produk lokal, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu memperkuat ekonomi kerakyatan, memperluas pasar UMKM, serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya mencintai produk pangan dalam negeri.
Baca Juga: Kemnaker dan LAN Perkuat MagangHub, Lulusan Perguruan Tinggi Dibekali Kompetensi Hadapi Era AI
Melalui festival tersebut, semangat Bung Karno mengenai kemandirian bangsa dan kedaulatan pangan kembali digaungkan di tengah tantangan global yang terus berkembang. Para peserta dan pengunjung diajak untuk menjadikan kuliner Nusantara sebagai kebanggaan nasional sekaligus kekuatan Indonesia di kancah internasional.
(***)