Pamulang, bidiktangsel.com – Festival Wisata Kuliner Nusantara dalam rangka Bulan Bung Karno berlangsung meriah di Pamulang Square, Kota Tangerang Selatan, Jumat (12/6/2026). Kegiatan yang dihadiri Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, itu menjadi momentum memperkuat semangat kedaulatan pangan sekaligus mempromosikan kekayaan kuliner Indonesia sebagai identitas bangsa.
Dalam sambutannya, Hasto menegaskan bahwa Indonesia memiliki kekayaan kuliner yang luar biasa dan berpotensi menjadi kekuatan dunia jika dikelola secara serius.
Baca Juga: Bahlil Sentil Kenerja Kementerian Perumahan di Depan Wajah Prabowo
“Indonesia sungguh luar biasa. Makanannya bercita rasa surga. Bumbunya sedap tiada tara. Jadikan Indonesia pemimpin kuliner dunia,” kata Hasto di hadapan peserta festival dan masyarakat yang memadati area kegiatan.
Menurut Hasto, keberagaman kuliner Nusantara merupakan salah satu kekuatan budaya yang harus dijaga dan dikembangkan sebagai bagian dari kedaulatan bangsa. Ia menilai Indonesia memiliki ribuan jenis makanan khas yang lahir dari kekayaan rempah-rempah dan tradisi kuliner di berbagai daerah.
Namun demikian, Hasto juga menyoroti masih adanya ketergantungan terhadap produk pangan impor di tengah melimpahnya sumber daya pangan dalam negeri.
“Banyak makanan khas dan asli Indonesia, namun mengapa kita masih impor dari mancanegara? Kedaulatan pangan menjadi cita-cita Indonesia,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Hasto turut menyampaikan pesan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri kepada masyarakat yang memperingati Bulan Bung Karno. Ia mengatakan peringatan Bulan Bung Karno menjadi momentum untuk terus menggali pemikiran, gagasan, dan perjuangan Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno.
Menurutnya, rangkaian Bulan Bung Karno dimulai dari peringatan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni, Hari Lahir Bung Karno pada 6 Juni, hingga berbagai kegiatan kebudayaan yang menghidupkan kembali semangat nasionalisme dan kemandirian bangsa.
“Tahun ini kita merayakan 125 tahun lahirnya Bung Karno. Pemikiran beliau tetap relevan bagi rakyat Indonesia dan kemanusiaan dunia,” katanya.
Pada acara tersebut, Hasto juga membedah buku Kuliner Wong Cilik yang mengangkat kekayaan kuliner rakyat sebagai bagian dari identitas budaya nasional. Ia menilai makanan bukan hanya soal cita rasa, tetapi juga mencerminkan nilai sosial, kebersamaan, dan demokrasi yang hidup di tengah masyarakat Indonesia.
Hasto mencontohkan tradisi makan di rumah makan Sunda maupun rumah makan Padang yang menghadirkan berbagai jenis makanan dalam satu meja tanpa membedakan siapa yang menikmatinya.
Artikel Terkait
Kiprah Politik Anthony Leong Tarik Perhatian di Munas HIPMI, Loyalis Lama Prabowo hingga Pendiri 'Relawan Pride'
Dasco Imbau Masyarakat Jual Dolar, Rupiah Diprediksi Menguat Pekan Depan
TNI AD Tegaskan Penertiban Rumah Dinas di Lenteng Agung dengan Cara yang Persuasif dan Sesuai Ketentuan Hukum
Viral Damkar Diduga Pasok Air ke Rumah Pejabat di Medan saat Warganya Alami Krisis, Sampai Digeruduk Emak-emak
Pemkot Tangsel Latih 50 Pemuda Paku Jaya Jadi Content Creator, Dorong Kemandirian Ekonomi Digital