info-tangsel

Mediasi Sengketa Kepengurusan Yayasan UIN Memanas, Aktivitas di Lokasi Sempat Dihentikan

Kamis, 4 Juni 2026 | 15:07 WIB
Proses mediasi melibatkan Badan Alternatif Penyelesaian Perkara dan Sengketa Jalur Mediasi (BAPEPSI)

Pamulang, bidiktangsel.com - Sengketa kepengurusan yang terjadi di lingkungan Yayasan Syarif Hidayatullah terkait pengelolaan lembaga pendidikan yang berafiliasi dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta kembali menjadi sorotan.

Sejumlah pihak yang terlibat dalam persoalan tersebut menempuh jalur mediasi pada Kamis (4/6/2026).

Proses mediasi melibatkan Badan Alternatif Penyelesaian Perkara dan Sengketa Jalur Mediasi (BAPEPSI) sebagai pihak penengah dalam upaya mencari solusi atas permasalahan internal yang masih berlangsung.

Baca Juga: Polemik Yayasan UIN Jakarta Memanas, Kuasa Hukum Tegaskan Hanya Sosialisasi Integrasi

Seorang mediator bersertifikat Mahkamah Agung, Hika T.A Putra yang hadir dalam pertemuan tersebut menegaskan bahwa dirinya tidak mewakili salah satu pihak yang bersengketa dan hanya menjalankan fungsi sebagai penengah.

"Saya mediator bersertifikat dari Mahkamah Agung, tetapi bukan dari Mahkamah Agung. Saya hadir sebagai mediator dan tidak berpihak kepada pihak mana pun. Tugas kami hanya menengahi agar tercapai solusi yang saling menguntungkan," ujarnya kepada awak media.

Menurutnya, kedatangan pihak yang berkepentingan ke lokasi sempat menimbulkan dinamika karena sebelumnya tidak terdapat pemberitahuan resmi kepada pihak keamanan maupun unsur terkait di lokasi.

Meski demikian, pihak pengelola disebut memberikan ruang apabila terdapat kebutuhan untuk melakukan pengecekan atau klarifikasi terhadap sejumlah hal yang menjadi pokok persoalan.

Baca Juga: Kadin Tangsel Soroti Aset Fasum-Fasos Pengembang yang Belum Diserahkan, DPRD Minta Segera Dituntaskan

Dalam proses komunikasi tersebut, muncul usulan untuk melakukan diskusi langsung dengan pihak sekolah. Namun, agenda tersebut belum dapat terlaksana pada hari yang sama.

"Kami sudah menyampaikan keinginan dari salah satu pihak untuk berdiskusi. Namun pihak sekolah belum berkenan melakukan diskusi pada hari ini," kata mediator.

Situasi di lokasi sempat memanas ketika aktivitas yang berlangsung dihentikan menyusul pertimbangan keamanan.

Sejumlah pihak kemudian diminta untuk mundur guna menghindari kondisi yang dinilai tidak kondusif.

Mediator menjelaskan bahwa pertemuan tersebut tidak menghasilkan kesepakatan tertulis. Namun, terdapat pemahaman bersama terkait mekanisme komunikasi yang akan ditempuh ke depan.

Halaman:

Tags

Terkini