Setu, bidiktangsel.com – Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Tangerang Selatan, Marhadi, SE.,MM., bersama jajaran melakukan audiensi dan silaturahmi dengan Ketua DPRD Kota Tangerang Selatan H. Abdul Rasyid, S.Ag., M.A.P., Wakil Ketua DPRD dari Fraksi PKS H.M. Yusuf LC, serta Wakil Ketua DPRD dari Fraksi Gerindra, Selasa (2/6/2026), di Ruang Audiensi Gedung DPRD Tangsel.
Pertemuan tersebut membahas berbagai isu strategis pembangunan daerah, mulai dari pertumbuhan ekonomi, penanggulangan kemiskinan, pengurangan pengangguran, hingga penguatan sinergi antara dunia usaha dan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan Kota Tangerang Selatan.
Ketua DPRD Tangsel Abdul Rasyid menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi yang tinggi harus diiringi dengan kualitas pembangunan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata.
Menurutnya, Tangsel sebagai daerah yang relatif muda telah menunjukkan capaian pertumbuhan ekonomi yang baik.
Namun, DPRD menaruh perhatian besar pada bagaimana pertumbuhan tersebut dapat memberikan dampak langsung terhadap masyarakat.
"Pertumbuhan ekonomi yang tinggi harus berkualitas. DPRD mendorong agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya tercermin dalam angka, tetapi juga mampu menekan pengangguran, mengurangi kemiskinan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujar Abdul Rasyid dalam arahannya.
Ia menjelaskan, salah satu indikator yang menjadi perhatian DPRD adalah tingkat pengangguran yang saat ini menunjukkan tren positif karena berada di bawah target yang ditetapkan.
Baca Juga: Kadin Tangsel Perkuat Sinergi dengan DPRD, Dorong Investasi dan Pengembangan Ekonomi Daerah
Namun demikian, persoalan kemiskinan masih menjadi pekerjaan rumah yang harus terus ditangani secara serius.
Abdul Rasyid mengungkapkan, DPRD mendukung pemanfaatan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai basis penyusunan kebijakan agar program-program pemerintah lebih tepat sasaran.
Menurutnya, strategi penanganan kemiskinan tidak hanya berfokus pada peningkatan pendapatan masyarakat, tetapi juga melalui pengurangan beban pengeluaran rumah tangga.
"Kalau seseorang memiliki pekerjaan tetapi penghasilannya belum mampu memenuhi kebutuhan hidupnya, maka pemerintah harus hadir melalui berbagai program bantuan untuk mengurangi beban pengeluarannya," katanya.
Ia mencontohkan berbagai intervensi yang telah dilakukan pemerintah, seperti program BPJS Kesehatan, bantuan pendidikan, beasiswa, Kartu Tangerang Selatan Pintar, hingga program bedah rumah bagi masyarakat kurang mampu.