info-tangsel

Di Hadapan Pilar Saga, KADIN Tangsel Soroti Izin Usaha ‘Di Bawah Meja’

Jumat, 29 Mei 2026 | 20:47 WIB

Ciputat, bidiktangsel. com – Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mendorong lahirnya pola baru kolaborasi antara pemerintah daerah dan sektor swasta dalam upaya memperkuat iklim investasi serta pertumbuhan ekonomi daerah.

Hal itu mengemuka dalam agenda audiensi dan silaturahmi jajaran pengurus KADIN Tangsel bersama Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, yang berlangsung di Gedung 1 Lantai 1 Puspemkot Tangsel, Selasa (26/5/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Wakil Ketua Bidang Perizinan KADIN Tangsel, Masrurie Bejo, menekankan pentingnya perubahan pola pikir organisasi pengusaha agar tidak selalu bergantung pada proyek pemerintah.

Baca Juga: KADIN Tangsel Dorong Kampung Digital UMKM, Pilar Saga Ichsan Siap Dukung Kolaborasi

Menurutnya, KADIN harus mampu menjadi jembatan strategis antara pemerintah dan sektor swasta, khususnya dalam pengembangan investasi dan pembangunan usaha di Kota Tangsel.

“Ada hal yang harus diubah dari mindset lama. KADIN jangan selalu dianggap hanya berharap kegiatan dari pemerintah. Di beberapa daerah yang saya pelajari, pemerintah, pengusaha, dan KADIN berjalan bersama ketika ada proyek-proyek swasta masuk,” ujar Masrurie.

Ia mencontohkan praktik di sejumlah daerah lain, di mana pemerintah melibatkan KADIN sejak awal ketika terdapat pembangunan industri maupun investasi swasta.

“Ketika ada pembangunan pabrik atau proyek besar, pemerintah memanggil KADIN untuk dilibatkan. Fungsi KADIN jelas di situ. Karena itu kami berharap ada kebijakan baru agar pemerintah dapat memberikan referensi dan ruang kemitraan kepada KADIN, khususnya dalam sektor perizinan,” katanya.

Baca Juga: Audiensi Kadin Tangsel dengan Pilar Saga, Dorong Sinergi Pengusaha dan Pemkot

Masrurie juga menyoroti besarnya potensi ekonomi sektor swasta di Tangsel yang dinilai belum tergarap maksimal. Ia menyebut nilai ekonomi swasta di Tangsel mencapai sekitar Rp70 triliun, jauh melampaui kapasitas APBD daerah.

“Kalau seluruh anggota KADIN hanya berpikir soal proyek pemerintah, itu terlalu kecil. Padahal peluang bisnis di sektor swasta sangat besar,” ungkapnya.

Lebih lanjut, pihaknya juga berencana melakukan monitoring terhadap sektor usaha yang diduga menjalankan aktivitas tanpa prosedur perizinan resmi.

“Kami ingin memonitor sektor usaha yang izinnya di bawah meja. Ini penting agar data investasi swasta di Tangsel benar-benar tercatat dengan baik,” tegas Masrurie.

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang IT dan Komunikasi KADIN Tangsel, Muhammad Zuber, menyampaikan bahwa pihaknya telah menghimpun sejumlah pelaku usaha di bidang teknologi informasi yang siap menjadi mitra strategis pemerintah daerah.

 

Halaman:

Tags

Terkini