info-tangsel

Kick Boxing Absen di Porprov Banten 2026, KBI Tangsel: Cederai Rasa Keadilan

Sabtu, 2 Mei 2026 | 21:34 WIB
Absennya kick boxing memunculkan tanda tanya besar di kalangan pelaku olahraga, khususnya di Tangerang Selatan.

bidiktangsel. com — Keputusan mencoret cabang olahraga kick boxing dari daftar pertandingan Porprov Banten 2026 menuai sorotan tajam.

Langkah tersebut dinilai mencederai rasa keadilan, terutama karena sejumlah cabang olahraga lain yang relatif baru justru tetap dipertandingkan dalam Porprov Banten 2026.

Dalam gelaran Porprov Banten 2026, tercatat sebanyak 58 cabang olahraga masuk dalam daftar resmi. Namun, absennya kick boxing memunculkan tanda tanya besar di kalangan pelaku olahraga, khususnya di Tangerang Selatan.

Parameter Dinilai Tidak Komprehensif

Ketua Kick Boxing Indonesia Kota Tangerang Selatan, Medi Sumaedi, menyampaikan kekecewaannya terhadap keputusan tersebut. Ia menilai, indikator yang digunakan dalam menentukan cabang olahraga yang dipertandingkan masih terlalu sempit.

Baca Juga: May Day 2026: KADIN–APINDO Dorong Energi Terbarukan, Siapkan Lapangan Kerja Baru

“Keputusan ini mencederai rasa keadilan. Ada cabang olahraga yang baru ikut serta dalam Porprov, tetapi tetap dipertandingkan. Sementara kick boxing yang sudah berkembang justru tidak masuk,” ujar Medi, Sabtu (2/5/2026).

Menurutnya, penilaian utama didasarkan pada capaian medali pada Porprov sebelumnya tahun 2022. Pada saat itu, kick boxing dianggap belum memberikan kontribusi signifikan terhadap perolehan medali.

Namun, Medi menegaskan bahwa pendekatan tersebut tidak sepenuhnya merepresentasikan perkembangan sebuah cabang olahraga. Ia menilai, indikator seperti pembinaan atlet, jumlah partisipasi, hingga penyelenggaraan event nasional juga harus menjadi pertimbangan.

Baca Juga: May Day 2026 di Lubana Sengkol: Dari Kolam Pancing, Buruh Tangsel Gaungkan Tuntutan Keadilan

Bukti Eksistensi dan Pembinaan Atlet

Sebagai bukti perkembangan, KBI Tangsel sebelumnya sukses menggelar kejuaraan nasional terbuka yang diikuti ratusan atlet dari berbagai provinsi. Event tersebut dinilai menunjukkan bahwa kick boxing memiliki basis atlet yang kuat serta potensi prestasi yang terus meningkat.

“Event nasional yang kami gelar menjadi bukti bahwa kick boxing berkembang pesat. Ini seharusnya bisa menjadi salah satu parameter penilaian,” tambahnya.

Meski demikian, pihaknya tetap menghormati keputusan panitia penyelenggara Porprov, sembari berharap ke depan ada evaluasi terhadap sistem seleksi cabang olahraga.

Halaman:

Tags

Terkini