Baca Juga: Warga Pamulang Permai I Menang: Pemkot Tangsel Batalkan Parkir Berbayar
Frida bahkan mengungkapkan pengalaman yang menurutnya menjadi bukti nyata perubahan tersebut. Pada suatu hari ketika hujan turun, seluruh siswa tetap hadir ke sekolah tanpa ada yang absen.
“Orang tua banyak menyampaikan anak-anak mereka sangat senang dengan perubahan ini. Bahkan saat hujan, semua tetap datang ke sekolah. Mereka begitu antusias,” tuturnya.
Saat ini SMPN 20 Tangsel telah berkembang dengan puluhan ruang penunjang kegiatan belajar dan menampung 24 rombongan belajar siswa.
Perkembangan tersebut tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Kota Tangerang Selatan, Dinas Pendidikan, Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR), Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimta), hingga masyarakat dan orang tua siswa.
Menurut Frida, pembangunan sekolah bukan hanya soal mempercantik fasilitas, tetapi juga membangun semangat baru bagi seluruh warga sekolah.
Ia berharap fasilitas yang sudah ada dapat dijaga bersama agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
“Kami ingin sekolah ini menjadi sekolah pilihan masyarakat. Kami juga terus menanamkan kebiasaan baik kepada anak-anak, salah satunya menjaga kebersihan dan peduli terhadap lingkungan sejak hal-hal kecil,” ujarnya.
Kini SMPN 20 Tangsel tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga ruang tumbuh bagi siswa untuk bermain, berinteraksi, dan membangun mimpi mereka dengan lebih percaya diri.
Dengan peningkatan fasilitas pendidikan yang terus dilakukan, langkah Pemkot Tangerang Selatan dalam memprioritaskan sekolah berkualitas diharapkan dapat menciptakan generasi muda yang unggul dan siap menghadapi masa depan.
(***)