info-tangsel

Proyek PSEL Tangerang Selatan Gagal Terlaksana, Pemerintah Alihkan ke PSEL Terpadu Jatiwaringin

Jumat, 24 Oktober 2025 | 18:00 WIB

Baca Juga: KAWALI Tangsel Desak Pemkot Evaluasi Standar Kendaraan Pengangkut Sampah: Banyak Truk Tak Layak Operasi, Bahayakan Pengguna Jalan

Pemerintah menargetkan pembangunan PSEL Jatiwaringin dimulai pada tahun 2026 dan rampung dalam kurun dua tahun.

Dampak Sementara: Dua Juta Ton Sampah Harus Dikelola

Selama masa transisi, Hanif meminta pemerintah daerah di wilayah Tangerang menyiapkan langkah penanganan sementara. 

Diperkirakan, dalam dua tahun ke depan akan terjadi penumpukan sampah hingga dua juta ton sebelum fasilitas PSEL Jatiwaringin beroperasi penuh.

“Selama dua tahun itu kita akan menimbun sampah. Jumlahnya hampir dua juta ton. Jadi harus segera dipikirkan penanganannya sambil menunggu waste to energy beroperasi,” pungkasnya.

Baca Juga: Skandal KPR MBR Terkuak! Menkeu Purbaya Ganyang BP Tapera: Skor Kredit Buruk SLIK OJK Ternyata Hanya Ilusi Fiktif Massal!

Kritik dari Mantan Peserta Lelang: “Anggaran Habis, Hasil Nol”

Sementara itu, salah satu pihak yang pernah terlibat dalam proses lelang PSEL Tangerang Selatan, Deny Carter dari PT Creative Media Investama, menilai kegagalan proyek tersebut sebagai bentuk pemborosan anggaran.

“Pemerintah buang-buang anggaran untuk rencana PSEL, tapi hasilnya nol,” ujar Deny singkat saat dikonfirmasi.

Analisis: Tantangan Pengelolaan Sampah Perkotaan

Kegagalan proyek PSEL di Tangerang Selatan memperlihatkan tantangan serius dalam pengelolaan sampah perkotaan, terutama di wilayah dengan pertumbuhan penduduk dan volume sampah tinggi seperti Tangerang Raya.

Baca Juga: Menjelang Muskot KADIN Tangsel, Marhadi Tegaskan Komitmen Penguatan Organisasi dan Dukungan Nyata untuk UMKM

Integrasi ke proyek PSEL Jatiwaringin menjadi langkah efisiensi pemerintah pusat, namun sekaligus menguji kesiapan daerah dalam menahan lonjakan volume sampah hingga proyek selesai.

Dengan kebijakan baru ini, keberhasilan PSEL Jatiwaringin akan menjadi penentu arah masa depan pengelolaan sampah berbasis energi terbarukan di kawasan metropolitan Tangerang. (***)

Halaman:

Tags

Terkini