MBG Dongkrak Ekonomi Akar Rumput
Menteri UMKM RI Maman Abdurrahman dalam kunjungannya menegaskan bahwa program MBG tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi siswa, tetapi juga menjadi pemicu tumbuhnya ekonomi kerakyatan.
“Program MBG ini bukan hanya menghadirkan keadilan sosial bagi anak-anak Indonesia melalui asupan bergizi, tapi juga menciptakan perputaran ekonomi yang luar biasa di tingkat akar rumput,” ujar Maman.
Maman mencontohkan kisah Seno, salah satu pelaku usaha penyedia bahan pangan MBG di Pamulang. Sebelum adanya program MBG, Seno hanya menyuplai sekitar 1 ton bahan pangan per hari untuk rumah makan.
Baca Juga: Kajati Banten Lantik Pejabat Baru, Tekankan Integritas & Penegakan Hukum Bermartabat
Namun setelah menjadi bagian dari rantai pasok MBG, kapasitas produksinya melonjak lebih dari dua kali lipat.
"Bukan hanya omzetnya meningkat, tapi juga membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar. Ini bukti nyata bahwa MBG membangun ekonomi baru dari bawah," ujar Maman sambil mengajak seluruh hadirin memberikan apresiasi kepada Presiden RI atas kebijakan ini.
Kolaborasi Pemerintah Pusat dan Daerah
Penerapan klaster pangan MBG menjadi contoh konkret sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mewujudkan pembangunan ekonomi berbasis pemberdayaan masyarakat.
Baca Juga: Jum’at Berkah, BMM Bagikan Ribuan Paket Makanan Untuk Dhuafa
Program ini juga menunjukkan bagaimana sektor pendidikan, kesehatan, dan ekonomi bisa berjalan beriringan untuk menciptakan dampak sosial yang menyeluruh.
Dengan keterlibatan aktif UMKM lokal sebagai bagian dari rantai pasok, program MBG tidak hanya menjamin kualitas gizi siswa, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan daerah dan meningkatkan pendapatan masyarakat.
(***)