Metode ini memungkinkan proses pengecoran beton selesai dalam tiga hingga empat hari untuk setiap segmen, memanfaatkan musim kemarau demi hasil yang optimal.
Setelah pengecoran, jalan akan dilapisi kembali dengan aspal agar lebih nyaman dilalui dan memperkuat struktur beton di bawahnya.
Proyek ini juga diprioritaskan di wilayah yang telah resmi menjadi aset Pemkot, termasuk kawasan BSD yang sebelumnya dikelola pengembang.
Baca Juga: Naik Kelas! Produk UMKM Tangsel Tembus 34 Gerai Alfamart, Siap Bersaing di Pasar Modern
Betonisasi Jadi Standar Jalan Utama Tangsel
Wakil Wali Kota Pilar menyampaikan, proyek Jalan Griya Loka adalah salah satu bentuk transformasi infrastruktur strategis yang akan menjadi acuan pembangunan di wilayah lain.
“Itu arahan saya kepada Dinas Bina Marga agar metode ini diterapkan juga di jalan-jalan utama lainnya di seluruh wilayah Tangsel,” katanya.
Betonisasi jalan menjadi bagian dari prioritas pembangunan infrastruktur Kota Tangerang Selatan tahun 2025 yang tersebar di tujuh kecamatan.
Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi kerusakan dini akibat kondisi tanah yang tidak stabil dan volume kendaraan berat yang meningkat setiap tahun.
Langkah Pemkot Tangsel ini menandai keseriusan dalam membangun infrastruktur jangka panjang dan berkelanjutan di kota satelit yang kini menjadi salah satu kawasan metropolitan penyangga DKI Jakarta.
Dengan pendekatan teknis yang matang dan pengawasan langsung dari pimpinan daerah, diharapkan proyek ini menjadi simbol kemajuan Kota Tangerang Selatan dalam menjawab kebutuhan infrastruktur urban yang andal.
(***)