info-tangsel

UPTD PPA Tangsel Ungkap Fakta Mengerikan: Kekerasan Banyak Terjadi di Rumah, Sekolah, hingga Ruang Publik

Sabtu, 26 Juli 2025 | 08:52 WIB
Kepala UPTD PPA Tangsel, Tri Purwanto, mengungkapkan bahwa dari total kasus tersebut, 126 di antaranya melibatkan korban berusia 0-17 tahun.

Serpong, bidiktangsel.com – Kekerasan terhadap perempuan dan anak masih menjadi pekerjaan rumah serius di Kota Tangerang Selatan. 

Dalam rentang Januari hingga Juni 2025, Unit Pelaksana Teknis Daerah Pelayanan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Kota Tangsel mencatat 193 kasus pendampingan terhadap korban kekerasan, dengan mayoritas korban adalah anak-anak dan perempuan.

Kepala UPTD PPA Tangsel, Tri Purwanto, mengungkapkan bahwa dari total kasus tersebut, 126 di antaranya melibatkan korban berusia 0-17 tahun. 

Baca Juga: DPRD Tangsel Ketok Palu! Pemkot Tangsel Kirim Sampah ke Pandeglang, Kerja Sama Rp40 Miliar Resmi Disetujui

“Sementara korban usia 18-24 tahun sebanyak 13 kasus, dan usia 25-59 tahun sebanyak 54 kasus,” ungkap Tri, Kamis (24/07/2025).

Lebih lanjut, berdasarkan jenis kelamin, korban perempuan mendominasi. Tercatat ada 76 anak perempuan, 67 perempuan dewasa, dan 50 korban laki-laki.

Mayoritas Kekerasan Terjadi di Rumah Tangga

Tri menjelaskan bahwa dari segi lokasi kejadian, 92 kasus terjadi di lingkungan rumah tangga, diikuti oleh ruang publik sebanyak 73 kasus, sekolah 17 kasus, tempat kerja 3 kasus, dan 8 kasus kekerasan terjadi secara daring atau online.

Baca Juga: Naik Kelas! Produk UMKM Tangsel Tembus 34 Gerai Alfamart, Siap Bersaing di Pasar Modern

"Angka ini menunjukkan bahwa rumah yang seharusnya menjadi tempat paling aman justru menjadi ruang kekerasan paling dominan bagi korban," ujar Tri prihatin.

Wilayah Tertinggi dan Profil Korban

Dari sisi wilayah, kasus terbanyak berasal dari Kecamatan Pondok Aren dengan 30 kasus, diikuti Pamulang 28 kasus, Serpong dan Ciputat masing-masing 24 kasus, Setu 15 kasus, Serpong Utara 9 kasus, dan Ciputat Timur 8 kasus.

Menariknya, 55 kasus lainnya terjadi di luar wilayah Tangsel, namun korbannya adalah warga ber-KTP Tangsel. 

 

Halaman:

Tags

Terkini