Serpong, bidiktangsel.com – Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Tangerang Selatan, Robby Cahyadi, menegaskan komitmennya dalam meningkatkan infrastruktur kota serta kualitas permukiman.
Hal ini disampaikannya dalam Forum Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Gabungan, yang dihadiri berbagai dinas terkait dan masyarakat.
Robby menjelaskan bahwa pengelolaan jalan di Tangsel terbagi dalam beberapa kewenangan.
Baca Juga: Gubernur Banten Tegaskan APBD Milik Rakyat, OPD Diminta Kelola dengan Baik
Berdasarkan Keputusan Wali Kota tahun 2018, terdapat 467 ruas jalan dengan total panjang 384 km yang menjadi tanggung jawab pemerintah kota.
Sementara itu, jalan lingkungan di dalam perumahan berada di bawah Dinas Perkimta.
"Tahun 2024, kami mengajukan usulan peningkatan jalan kota menjadi 588 ruas atau sekitar 446 km. Namun, hanya ada penambahan sekitar 60 ruas karena harus memenuhi berbagai kriteria, seperti lebar jalan dan konektivitas antar-pusat kegiatan," ujarnya.
Selain itu, Pemkot Tangsel berupaya mengurangi kemacetan dengan membangun jalan dan jembatan yang lebih optimal.
Baca Juga: Suasana Warung Takjil Hari Pertama, Pamulang: Padat Pembeli dan Pengendara
Salah satu fokus utama adalah pelebaran delapan persimpangan serta pembangunan dua persimpangan tidak sebidang.
Saat ini, pengadaan lahan untuk proyek flyover di Pasar Serpong sedang dalam proses.
Pengendalian Banjir dan Perbaikan Drainase
Salah satu tantangan utama infrastruktur di Tangsel adalah banjir akibat berkurangnya kapasitas resapan dan penyempitan sungai.
Robby mengungkapkan bahwa beberapa sungai yang dulunya memiliki lebar 10 meter kini hanya tersisa 2 meter.
Oleh karena itu, pemerintah telah membangun tandon dan menerapkan konsep long storage, yakni kolam tampungan air di bawah jalan.