Serpong, bidiktangsel.com – Pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) SMPN 8 Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menjadi sorotan, menyusul laporan penggunaan anggaran hingga Rp302 juta untuk pengembangan perpustakaan dan pojok baca.
Fakta ini menimbulkan tanda tanya di kalangan masyarakat terkait pemanfaatan dana tersebut.
Berdasarkan data resmi, SMPN 8 menerima total dana BOS tahap pertama tahun 2024 sebesar Rp715.200.000.
Dari jumlah tersebut, sekitar 42% dialokasikan untuk pengembangan perpustakaan dan pojok baca.
Namun, kondisi perpustakaan di lantai 2 sekolah tersebut tampak tidak menunjukkan perubahan signifikan.
Saat tim melakukan pemantauan di ruang perpustakaan, terlihat ruangan tersebut hanya berupa kelas dengan rak-rak berisi buku tanpa ada peningkatan fasilitas yang mencolok.
Sejumlah siswa yang ditemui menyatakan bahwa perpustakaan tidak mengalami perubahan sejak tahun lalu.
Baca Juga: PanRB Keluarkan Permenpan Nomor 15 Tahun 2025, Atur Skema P3K Paruh Waktu
“Nggak ada (pengembangan), perpustakaannya masih sama aja seperti sebelumnya,” ungkap salah satu siswa di halaman sekolah pada Selasa (14/01/25).
Saat dikonfirmasi, Kepala SMPN 8, Muslih, membantah adanya penggunaan anggaran untuk pengembangan perpustakaan maupun layanan pojok baca pada tahun 2024.
Ia menyebut dana tersebut sebenarnya dialokasikan untuk pembelian buku pelajaran baru sesuai kebutuhan kurikulum.
“Bukan untuk pojok baca itu, mungkin salah judul saja. Dana tersebut digunakan untuk membeli buku baru, termasuk buku yang sesuai kurikulum merdeka dan menggantikan buku yang rusak,” jelas Muslih.