Baca Juga: Pj Gubernur Banten A Damenta Dorong Sinergi dan Kolaborasi untuk Percepatan Pembangunan
Penanganan Siswa Berkebutuhan Khusus
Untuk siswa dengan alergi atau kebutuhan gizi khusus, Deden memastikan koordinasi intensif dengan BGN.
“BGN akan melibatkan semua pemangku kepentingan agar program ini menjangkau seluruh siswa sesuai kebutuhannya,” tambahnya.
Saat ini, dapur umum hanya tersedia di Lengkong Gudang. Namun, Pemkot Tangsel berharap keberadaan dapur umum bisa diperluas secara bertahap.
Baca Juga: Bupati Serang Tunggu Teknis Pusat untuk Program Makan Bergizi Gratis
Deden mencatat, ada sekitar 235 ribu siswa dari tingkat TK hingga SMP di Tangsel yang perlu dilibatkan dalam program ini.
Walikota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, juga menyampaikan dukungannya terhadap program ini.
Usai menghadiri rapat terkait pengelolaan sampah, ia menyampaikan, “Hari ini kami melihat pelaksanaan program MBG di Lengkong Gudang. Evaluasi akan dilakukan untuk mengetahui apa saja yang perlu diperbaiki. Kami siap mendukung program ini agar berjalan lebih luas dan optimal.”
Baca Juga: Pemkot dan Kemenag Tangsel Luncurkan Buku untuk Cegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak
Program Makan Bergizi ini diharapkan menjadi langkah awal yang signifikan dalam mendukung kesehatan dan pendidikan siswa di Kota Tangerang Selatan.
Dengan memastikan kebutuhan gizi terpenuhi, Pemkot Tangsel optimis dapat mencetak generasi muda yang lebih sehat dan berprestasi.
Pelaksanaan hari pertama yang lancar memberikan sinyal positif untuk pengembangan lebih lanjut.
Baca Juga: Mendambakan Bantuan untuk Dua Kakak Beradik Lumpuh di Lebak
Semua pihak berharap program ini dapat menjangkau seluruh siswa di kota tersebut, menjadikan Tangsel sebagai contoh keberhasilan dalam program pemenuhan gizi anak sekolah. (***)