Ciputat, bidiktangsel.com – JC Studio, sanggar seni tari yang berlokasi di Kelurahan Ciater, Kecamatan Serpong, Tangerang Selatan, tengah mempersiapkan pagelaran seni tari kolosal bertaraf nasional.
Acara ini dijadwalkan berlangsung pada 4 Januari 2024 di Universitas Terbuka Convention Center, dengan melibatkan ratusan penari profesional.
Baca Juga: Ketua Dewan Pembina DKTS Dorong Kebangkitan Seni Tradisional Rampak Barong
Mengusung tema Rampak Barong, pagelaran ini bertujuan untuk memperkenalkan sekaligus melestarikan kekayaan budaya lokal Tangerang Selatan sebagai bagian dari upaya menjaga warisan budaya Nusantara.
Event ini diharapkan mampu menarik ribuan pengunjung, yang akan disuguhkan pertunjukan tari dari berbagai daerah di Indonesia.
Dengan harga tiket yang dibanderol Rp75 ribu, pengunjung tidak hanya dapat menikmati penampilan tarian tradisional, tetapi juga menikmati berbagai pilihan kuliner yang tersedia di booth khusus.
Baca Juga: Inflasi YoY di Banten Tercatat 1,88 Persen, Kelompok Makanan Dominasi Penyumbang Utama
Pagelaran ini dikemas sebagai acara budaya yang menghibur sekaligus edukatif, menjadikan seni tari sebagai media penghubung nilai-nilai budaya kepada masyarakat luas.
Pagelaran ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk Jaringan Kebudayaan Rakyat (Jaker) Tangsel. Ketua Jaker Tangsel, Doni Mahendro, menyampaikan dukungannya terhadap inisiatif ini sebagai salah satu cara menjaga eksistensi kebudayaan lokal di tengah arus globalisasi.
"Setiap orang adalah seniman, dan setiap tempat adalah panggung. Kami sangat mendukung JC Studio yang menggelar acara ini. Kebudayaan harus menjadi panglima di negerinya sendiri, sehingga seni dan budaya kita tetap lestari," ujar Doni dalam wawancaranya.
Baca Juga: Kejaksaan Agung Tanggapi Pernyataan Presiden Prabowo Subianto Terkait Vonis 50 Tahun
Doni juga menekankan pentingnya penghargaan terhadap pelaku seni lokal yang telah berprestasi di tingkat nasional dan internasional. Ia berharap pagelaran seperti ini menjadi momentum untuk memperkuat identitas budaya di Tangsel.
"Banyak seniman Tangsel yang sudah mendunia, tetapi apresiasi di dalam negeri masih perlu ditingkatkan. Pencapaian terbaik adalah ketika mereka diakui dan dihargai di tanah air sendiri," tambahnya.