Baca Juga: HUT ke 53 Korpri: Sekda Bambang Ingatkan ASN Tangsel sebagai Simbol Persatuan
Benyamin juga menyoroti pentingnya edukasi terkait cara penularan HIV/AIDS. Ia menegaskan, virus ini tidak menular melalui interaksi sehari-hari seperti bersalaman, melainkan melalui kontak tertentu seperti penggunaan jarum suntik bersama, transfusi darah, atau hubungan seksual yang tidak aman.
“Kami mengimbau masyarakat, khususnya remaja, untuk lebih waspada. Jika ada perubahan pada kondisi kesehatan, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat. Pencegahan adalah langkah kunci untuk menghentikan penyebaran virus ini,” tambahnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel, dr. Allin Hendalin, mengungkapkan bahwa sejak 2010 hingga Oktober 2024, kasus HIV/AIDS di wilayah ini mayoritas ditemukan pada kelompok usia produktif, yakni 25-49 tahun.
“Selain itu, terdapat 33 anak yang terdiagnosis HIV/AIDS. Angka ini menunjukkan pentingnya penguatan pencegahan dan deteksi dini di semua kalangan,” ujar dr. Allin.
Acara peringatan Hari AIDS Sedunia ini menjadi momen penting bagi Pemkot Tangsel untuk memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk masyarakat, lembaga kesehatan, dan pemerintah pusat.
Komitmen bersama ini diharapkan dapat mewujudkan masa depan tanpa AIDS di Tangsel, sekaligus memberikan harapan baru bagi para penyintas dan keluarganya.
Baca Juga: BPBD Tangsel Himbau Warga Siapkan Tas Siaga Bencana untuk Hadapi Musim Hujan
Dengan langkah nyata dan kerja sama yang solid, Tangsel optimistis dapat menjadi kota bebas AIDS sesuai target tahun 2030. (***)