Serpong, bidiktangsel.com – Calon Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, menegaskan komitmennya dalam menekan angka stunting di Tangsel saat bertemu warga di Kelurahan Lengkong Wetan, Serpong, Tangerang Selatan.
Ketika ditemui awak media, Davnie menekankan pentingnya peran pos gizi dan posyandu dalam upaya memperbaiki gizi anak-anak balita, ibu hamil, dan lansia sebagai target kelompok yang rawan mengalami kekurangan gizi.
Baca Juga: Mahfud MD Kritisi Kebijakan Kunker Luar Negeri DPR dan Pejabat Daerah di Media Sosial
“Kita harus sepakat bahwa angka stunting di Tangsel ini, berapapun jumlahnya, harus ditekan serendah mungkin. Salah satu caranya adalah dengan mendirikan pos gizi di setiap level terendah, di antaranya posyandu," ujar Davnie.
Ia menambahkan bahwa pos gizi ini akan berfungsi memberikan makanan bergizi bagi anak-anak balita, ibu hamil, dan lansia untuk mendukung pertumbuhan yang optimal sesuai dengan harapan pemerintah.
Mengenai frekuensi layanan pos gizi, Davnie menyebutkan bahwa pos ini akan aktif dua kali seminggu.
Baca Juga: Pemkot Tangsel Percepat Proyek Peningkatan Jalan dan Penataan Infrastruktur di Pisangan
Namun, ia tak menutup kemungkinan untuk menambah frekuensinya menjadi tiga kali seminggu jika ada permintaan dari warga dan anggaran memadai.
“Kita akan mulai dengan dua kali seminggu dulu. Jika memungkinkan, frekuensinya bisa ditingkatkan menjadi tiga kali dalam seminggu,” imbuhnya.
Davnie juga menekankan pentingnya kehadiran setiap keluarga pada kegiatan penimbangan dan pemeriksaan kesehatan yang dilakukan di posyandu.
Baca Juga: Pemkot Tangsel Tingkatkan Kualitas Penerangan Jalan, 4.738 Lampu PJU Diperbaiki di Seluruh Kecamatan
Hal ini, menurutnya, akan menjadi langkah awal untuk memantau kondisi kesehatan dan tumbuh kembang anak-anak secara teratur dan terukur.
Strategi yang ditawarkan oleh Benyamin Davnie ini diharapkan mampu menjadi solusi konkret dalam menurunkan angka stunting di Tangerang Selatan, mengingat peningkatan gizi pada anak-anak usia dini, ibu hamil, dan lansia merupakan kunci penting dalam menciptakan generasi yang sehat dan produktif di masa mendatang. (***)