Baca Juga: Indonesia vs Australia: Pertandingan Ketat di AFC Asian Qualifiers 2024
"Guru Penggerak memiliki kemampuan lebih dalam hal kepemimpinan, pembelajaran yang inovatif, serta tanggung jawab besar dalam membimbing dan menginspirasi guru-guru lain di sekolah mereka," tambahnya.
Program Guru Penggerak juga diharapkan dapat mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi dunia pendidikan saat ini, termasuk masalah perundungan (bullying) di sekolah.
"Dengan kompetensi yang lebih, Guru Penggerak diharapkan mampu menjadi contoh teladan dan menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan positif bagi siswa," jelas Deden.
Baca Juga: Laporan Kegiatan Peningkatan Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat di Kota Tangsel
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tangerang Selatan tersebut juga menambahkan bahwa program Guru Penggerak dibuka setiap tahun, memberikan kesempatan bagi guru-guru lain untuk terus meningkatkan kompetensinya.
“Setiap angkatan diberi pelatihan intensif selama sembilan bulan, dan diharapkan mereka bisa menjadi agen perubahan di sekolah masing-masing,” ungkapnya.
Selain itu, para lulusan program Guru Penggerak diharapkan mampu berbagi pengalaman dan pengetahuan mereka kepada rekan-rekan sejawat, sehingga dampak positif dari program ini bisa dirasakan secara luas.
“Guru Penggerak tidak hanya berperan sebagai pemimpin di kelas, tetapi juga sebagai pembimbing bagi guru-guru lainnya agar tercipta pendidikan yang lebih berkualitas dan inklusif di Tangerang Selatan,” pungkas Deden.
Melalui program ini, diharapkan para Guru Penggerak dapat terus berperan aktif dalam transformasi pendidikan di Kota Tangerang Selatan, membentuk generasi penerus bangsa yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan global. (***)