DKTS memiliki beberapa prioritas utama untuk mengembangkan seni di Tangsel:
1. Pengajuan Gelanggang Kesenian, sebagai wadah ekspresi dan pementasan bagi pelaku seni budaya dan masyarakat pecinta seni di Tangsel.
2. Pengajuan sekretariatan di Gelanggang Kesenian, agar bisa menumbuhkembangkan seni, sastra, dan budaya di Tangsel sebagai ajang bergengsi yang menjadikan Tangsel kota modern, cerdas, dan religius.
3. Gelanggang Kesenian sebagai ajang wisata seni budaya, menjadi pusat dan wisata air sampan di antara Jelitreng 1 & Jelitreng 2.
4. Cita-cita membangun Institut Kesenian Jakarta (IKJ) di Tangsel, semacam kampus khusus untuk segala bidang seni.
Baca Juga: Plh Sekda Pimpin Rapat Finalisasi MTQ Provinsi Banten 2024
Pada tahun 2010, dengan dukungan dan pengakuan dari Wali Kota Tangsel, DKTS mulai mengadakan berbagai kegiatan seni yang melibatkan seniman dari berbagai disiplin, mulai dari pelukis, teaterawan, penyanyi, penyiar, penyair, sastrawan, budayawan, penari, hingga teknokrat, birokrat, konglomerat, masyarakat, dan mahasiswa.
Berbagai kegiatan seni yang dilakukan DKTS melibatkan banyak seniman hebat dan tangguh seperti Ki Uten Sutendy, Mizz ParaDiba, Bang Dik Doank, Andy S (almarhum), Pak Gusri Effendi, Pak Rully, dan Pak Robert Usman.
Gelanggang Kesenian di Taman Kota 2 menjadi tempat kenangan bagi banyak seniman dan pecinta seni.
Baca Juga: Gelanggang Budaya Taman Kota 2 BSD: Dari Harapan Seniman Hingga Kondisi Terkini, Terbengkalai!
Namun, ada tantangan yang dihadapi. Meskipun Gedung Kesenian di Taman Kota 2 dahulu penuh semangat dan aktivitas, kini mengalami penurunan.
Peraturan yang tidak sesuai dan sikap arogansi menghambat kegiatan seni di sana.
Gedung yang seharusnya menjadi tempat pemoles jiwa dan inspirasi kini hanya menjadi puing kosong tanpa keindahan seni.
Ke depan, ada harapan agar Gelanggang Kesenian di Taman Kota 2 bisa kembali hidup dan menjadi pusat seni yang menginspirasi serta menyinari jiwa masyarakat Tangsel dengan keindahan dan keberagaman seni budaya. (***)
Oleh : Shobir Purwanto