"TPS 3R ini bisa mengolah sampah secara optimal sehingga hanya 20-30% dari sampah yang masuk harus dikirim ke tempat pembuangan akhir," jelasnya.
Proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik
Dalam jangka panjang, DLH Tangsel juga telah memulai tahapan pra kualifikasi untuk proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL).
Baca Juga: Agus Harimurti Yudhoyono Tegaskan Pentingnya Tindakan Preventif Melawan Mafia Tanah di Jambi
Proyek ini merupakan bagian dari rencana jangka panjang Walikota dan Wakil Walikota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie dan Pilar Saga Ichsan, untuk menyelesaikan masalah sampah hingga 20-30 tahun ke depan.
"PSEL atau Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) diharapkan dapat mengolah sampah dan menghasilkan energi listrik yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar," ungkap Tubagus Apriliandhi.
Proyek ini sedang mencari investor dan diharapkan bisa memulai persiapan pembangunan pada tahun depan setelah pemenang lelang ditetapkan.
"DLH Tangsel optimis proyek ini akan membawa perubahan besar dalam pengelolaan sampah di Tangerang Selatan dan memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat," harapnya.
Baca Juga: Kota Tangerang Jadi Panutan Integrasi Layanan Publik di Smart City Forum 2024
Selain itu juga upaya DLH Tangerang Selatan dalam mengelola sampah melalui pembersihan pasar, program bank sampah, revitalisasi TPS 3R, dan proyek PSEL menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Masyarakat diharapkan dapat mendukung dan berpartisipasi aktif dalam berbagai program ini untuk menciptakan Tangerang Selatan yang lebih bersih dan sehat. (***)