Benyamin juga menekankan pentingnya data penerima manfaat yang tepat sasaran, mengingat kondisi perekonomian masyarakat yang dapat berubah dari waktu ke waktu.
"Oleh karena itu, setiap bulan saya melakukan cleansing data bersama BPS, Bappeda, Dinas Sosial, Camat, dan Lurah. Artinya, mereka yang sudah keluar dari garis kemiskinan atau tidak memenuhi kriteria tertentu, tidak perlu lagi masuk ke dalam daftar penerima manfaat," jelasnya.
Menurut Benyamin, peran Ketua Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) juga penting untuk memastikan keakuratan data. Hal ini memastikan bahwa kolaborasi dari tingkat paling bawah hingga tingkat pusat dapat terjaga.
"Kami dapat melakukan berbagai kegiatan bersama. Menyambut bulan Ramadan, kami mengadakan bazar, dan selama Lebaran, kami melakukan intervensi melalui APBD dan sebagainya. Kami juga menyelenggarakan pasar murah untuk semua jenis komoditas. Di Kawasan Pertanian Terpadu, panen bawang merah akan segera dilakukan, dan sebagainya," ucapnya.
Baca Juga: 27 Petugas KPPS Meninggal Dunia, 9 Kasus Terkait Jantung
Oleh karena itu, Benyamin memastikan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir tentang ketersediaan pangan di pasar.
"Pertama-tama, saya akan memastikan dengan kepala pasar terlebih dahulu bahwa stok pangan terjaga dengan baik. Jika terjadi kelangkaan, mereka dapat berkomunikasi dengan dinas teknis dan dengan masyarakat. Saya mendorong peran RT, RW, dan Lurah untuk menyampaikan informasi bahwa pemerintah hadir untuk memastikan bahwa masyarakat tidak mengalami kesulitan dalam hal konsumsi," tandasnya. (***)