Ciputat Timur - Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar acara Dialog Kebangsaan pada hari Kamis (25/2-2016) di Aula Madya Kampus UIN Jakarta jalan Ir. H. Djuanda, Cempaka Putih Kec. Ciputat Timur. Acara yang dimulai pukul 13.55 WIB dan berakhir pukul 17.00 WIB tersebut menghadirkan beberapa narasumber.
Acara Dialog Kebangsaan dengan tema “Jihad Melawan Terorisme” yang di dihadiri oleh Kapolres Tangsel, AKBP. Ayi Supardan,S.sos.SIK, M.Si, Dir. Eksekutif Pusat Studi Nusantara, Sarif Hidayatullah, Presiden Dewan Eksekutif Usuludin, Suki Hidayatulah, Kesbangpol Kota Tangsel, Hasim, Pengamat UU Terorisme, Abdul Kharim Muthe, lc. SH, MH, Pengamat Media, M. Khoirul Huda lc, s, th, i , Pengamat Gerakan Jihad di Indonesia, Ustd, Sofyan Tsauri dan para mahasiswa yang dihadiri sekitar 75 peserta.
Sebelum acara di mulai dengan membaca basmallah dan Pembacaan ayat suci Al- Qur'an oleh mahasiswa UIN, Irfan Maulana serta menyayikan lagu Indonesia Raya oleh Lutfiana.
Baca Juga: Penantian 28 Tahun,Akhirnya Bogor Kembali Raih Piala Adipura
Dalam sambutannya, Ketua Panitia, Sahroni mengatakan acara yang berlangsung ini adalah hasil diskusi teman-teman mahasiswa, dari itu kita telah melaksanakan solidaritas gerakan jihad pemberantasan aksi terorisme, berawal dari pengeboman di berbagai wilayah negara dan di negara kita sendiri di Sarinah.
“Kita selaku mahasiswa tidak hanya mahasiswa akademisi melainkan melalui idealis sosialisme dari intra kampus sendiri untuk negara indonesia masalah terorisme, agar kampus UIN aman dari serangan dan doktrinan para terorisme,” ujarnya saat memberikan sambutannya.
Nara sumber pertama di Acara Dialog Kebangsaan tersebut, Presiden Dewan Eksekutif Usuludin, Suki Hidayatulah mengatakan “Saya sangat mengapresiasi dialog kebangsaan ini,” katanya.
Jihad pemberantasan terorisme, kasus terorisme bukanlah hal sepele melainkan masalah Internasional bahwasanya mahasiswa Usuludin, kami siap untuk mempelopori aksi jihad terhadap terorisme dan radikalisme, khususnya di Kota Tangsel.
“Saya sangat mengapresiasi dialog kebangsaan ini, jihad pemberantasan terorisme, kasus terorisme bukanlah hal sepele melainkan masalah internasional bahwasanya kita dari mahasiswa usuludin siap untuk mempelopori aksi jihad terhadap terorisme dan radikalisme, khususnya Kota Tangsel kita siap menjadi pelopor dan siap melawan terorisme.
Islam bukan agama untuk pelaku terorisme, Islam merupakan agama rahmatanlilalamin, ketika manusia melakukan perbedaan-perbedaan itu termasuk teror, idiologi Pancasila merupakan berawalnya persatuan bangsa ini walaupun begitu banyak perbedaan budaya dan agama tetapi tetap satu NKRI, tambahnya.
Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Tangsel, Hasim yang menjadi narasumber berikutnya dalam Dialog Kebangsaan, juga memberikan apresiasi dan mendukung kegiatan ini, apalagi masalah di Kota Tangsel yang stigmanya dua masalah yaitu narkoba dan terorisme semoga stigma ini bisa di hapus oleh masyarakat.
Terhadap kelompok radikalisme ini, pemerintah dengan kwalitas / kekuatan yang terbatas harus berkordinasi dengan stakeholder wilayah dan mahasiswa sangat membantu untuk menghapus paham-paham terorisme di wilayah Kota Tangsel.
Kolaborasi pemerintah dengan mahasiswa cukup berpengaruh karena mahasiswa merupakan benteng agar paham-paham terorisme tidak masuk ke jiwa generasi pemuda, dan agar dapat mempertahankan ideologi pancasila yang selalu kita pegang dan kita jaga.
“Kami berpesan agar semangat ini di jaga dan dipertahankan, karena idiologi kita cukup satu Pancasila dan jangan sampai ideologi asing masuk jiwa pemuda apalagi jiwa mahasiswa, suatu catatan buat kita untuk mempertahankan ideologi kita untuk melawan terorisme,” ujarnya.
Sementara itu keynote speech, Kapolres Kota Tangsel, AKBP. Ayi Supardan,S.sos.SIK, M.Si mengatakan terkait dengan isu yang sekarang, ada konsep jihad melawan terosisme, untuk menganalisis di Kota Tangsel ini
Artikel Terkait
Penghuni Panti Werdha BSD City,<br>DPP PAPPRI Beri Bantuan Pemain Biola Era 70 an
Dialog Kebangsaan Dengan Tema “Jihad Melawan Terorisme”
Warga Pondok Aren, Mengingatkan Airin, Pelayanan di Puskesmas Parigi, Di keluhkan Warga
Ngaku Polisi Berpangkat AKP, Berhasil Perdayai Seorang Karyawati
Kapolres Hadiri Pembubaran Gakkumdu Pilkada Kota Tangsel