Syarial menjelaskan, kondisi tembok saat itu sudah mengalami retak dan dinilai membahayakan apabila dibiarkan berdiri.
"Kita cek, temboknya sudah goyang. Daripada roboh sendiri saat ada anak-anak, akhirnya kita robohkan sebagai langkah antisipasi. Jadi bukan roboh saat kegiatan belajar mengajar berlangsung," jelasnya.
Ia memastikan tidak ada korban dalam peristiwa tersebut karena tindakan pembongkaran dilakukan setelah mempertimbangkan faktor keselamatan.
Toilet Rusak, Plafon Bocor hingga Kursi Belajar Tak Layak
Selain kerusakan pada tembok, hasil pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah fasilitas sekolah juga memerlukan perhatian.
Beberapa toilet dilaporkan tidak lagi dapat digunakan karena mengalami kerusakan sehingga diberi pembatas oleh pihak sekolah.
Di beberapa ruangan, plafon mengalami kebocoran yang menyebabkan air hujan masuk ke dalam bangunan ketika turun hujan.
Sementara itu, sejumlah kursi belajar berbahan besi terlihat mengalami kerusakan. Baut pengikat pada beberapa kursi terlepas sehingga dinilai berpotensi membahayakan siswa apabila tetap digunakan.
Kerusakan ditemukan mulai dari lantai dasar hingga lantai dua, dengan kondisi yang dinilai cukup serius pada beberapa titik.
Warga Minta Dinas Pendidikan Segera Bertindak
Sejumlah warga sekitar berharap Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui Dinas Pendidikan segera melakukan inspeksi menyeluruh terhadap kondisi bangunan SDN Jombang 6.
Mereka juga meminta proses rehabilitasi dapat dipercepat mengingat kegiatan belajar mengajar akan segera dimulai dan sekolah digunakan oleh ratusan peserta didik setiap hari.
Artikel Terkait
Kadin Tangsel dan Disnaker Perkuat Sinergi Ketenagakerjaan, Fokus Tingkatkan SDM dan Peluang Kerja
Audiensi Kadin Tangsel–Disnaker: Pengusaha Soroti Kolaborasi Ketenagakerjaan, Maringan Dorong Program Konkret dan Transisi Energi
Camat Ciputat H. Mamat Raih Penghargaan Pemkot Tangsel atas Keberhasilan Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik
Polda Metro Jaya Olah TKP Dugaan Penggerudukan Sekolah Islam Pembangunan Pamulang, CCTV Jadi Barang Bukti
Di Tengah Proses Klarifikasi, Redaksi Menerima Pesan Dari Pejabat BRI Yang Menyinggung Potensi Pencemaran Nama Baik.