Baca Juga: Pilar Saga Ichsan: Sekolah Inklusif di Tangsel Bukan Lagi Pilihan, tetapi Kebutuhan Mendesak
Ia menilai keberhasilan program tersebut tidak hanya terletak pada kegiatan sesaat, tetapi pada upaya membangun budaya hidup bersih dan sehat yang dilakukan secara konsisten oleh masyarakat.
“Gerakan 3M Plus adalah upaya mengubah budaya masyarakat. Ketika budaya ini terbentuk, masyarakat akan secara mandiri melakukan pencegahan dengue secara terus-menerus tanpa harus menunggu adanya kasus,” jelas Prima.
Kementerian Kesehatan berharap keberhasilan Kota Tangerang Selatan dapat menjadi contoh bagi 513 kabupaten dan kota lainnya di Indonesia dalam memperkuat pengendalian dengue berbasis partisipasi masyarakat.
Melalui Gebyar Jumantik ASEAN Dengue Day 2026, Pemerintah Kota Tangerang Selatan menegaskan komitmennya untuk memperkuat peran kader Jumantik, meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya 3M Plus, serta mewujudkan target nol kematian akibat dengue melalui Program Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik.
Gerakan tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih sehat, meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap DBD, sekaligus memperkuat ketahanan kesehatan masyarakat di tingkat keluarga sebagai garda terdepan pencegahan dengue.
(***)
Artikel Terkait
Keresahan Warga Tangerang Selatan Soal Biaya Pemakaman: Memahami Retribusi, Regulasi, dan Semangat Pelayanan Publik
Festival Piala Presiden U-10 dan U-12 Bergulir di Stadion Benteng Reborn, 68 Tim Sepak Bola Usia Dini Se-Banten Berebut Tiket Nasional
Buyer Qatar dan UEA Lirik Briket Batok Kelapa Mazcoco, Kadin Tangsel Buka Peluang Ekspor di IIES 2026
UMKM Tangsel Raup 85 Persen Target Penjualan, Kadin Apresiasi Semangat Pelaku Usaha
Kadin Tangsel Gandeng Diskominfo Dorong Pasar Digital dan UMKM Naik Kelas, Marhadi Paparkan Program Smart Market