Kemenkes Apresiasi Tangsel sebagai Pionir Gerakan 3M Plus, Gebyar Jumantik ASEAN Dengue Day 2026 Dorong Nol Kematian Akibat DBD

photo author
Radi Iswan, Bidik Tangsel
- Kamis, 25 Juni 2026 | 12:01 WIB
Basmi Dengue dengan 3M Plus dan Nol Kematian Akibat Dengue melalui Program Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik (GIRIJ)” di Aula Blandongan Lantai 4
Basmi Dengue dengan 3M Plus dan Nol Kematian Akibat Dengue melalui Program Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik (GIRIJ)” di Aula Blandongan Lantai 4

Ciputat, bidiktangsel.com – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menggelar Gebyar Jumantik dalam rangka ASEAN Dengue Day (ADD) 2026 dengan tema “Basmi Dengue dengan 3M Plus dan Nol Kematian Akibat Dengue melalui Program Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik (GIRIJ)” di Aula Blandongan Lantai 4 Pusat Pemerintahan Kota Tangsel, Kamis (25/6/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat komitmen pemerintah dan masyarakat dalam menekan penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) melalui pengendalian vektor secara berkelanjutan berbasis keluarga dan lingkungan.

Hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Penyakit Menular Kementerian Kesehatan RI, Dr. Prima Yosefin, MKN, Wali Kota Tangerang Selatan, Sekretaris Daerah selaku Ketua Pokjanal DBD Kota Tangsel, jajaran Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Dinas Kesehatan Kota Tangsel, para camat, serta ribuan kader Jumantik dari berbagai wilayah di Kota Tangerang Selatan.

Baca Juga: Kasus DBD di Tangsel Turun Signifikan, Gebyar Jumantik ASEAN Dengue Day 2026 Perkuat Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik

Dalam sambutannya, Dr. Prima Yosefin menegaskan bahwa dengue masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang serius, baik di Indonesia maupun dunia. Bahkan, Indonesia masih menjadi negara dengan jumlah kasus dengue tertinggi di kawasan Asia.

“Dengue masih menjadi masalah kesehatan bagi negara kita dan dunia. Indonesia saat ini masih menjadi juara kasus dengue di Asia. Karena itu, kita harus bersama-sama berjuang mengendalikan penyakit ini agar tidak terus menjadi ancaman kesehatan masyarakat,” ujar Prima.

Ia memaparkan, sepanjang tahun 2025 Indonesia mencatat sekitar 161 ribu kasus dengue dengan angka kematian mencapai 600 orang. Sementara hingga awal Juni 2026, tercatat sekitar 39 ribu kasus dengan 105 kematian.

Menurutnya, tren kasus dengue secara nasional mulai menunjukkan penurunan, termasuk yang terjadi di Kota Tangerang Selatan. Namun demikian, kondisi tersebut tidak boleh membuat semua pihak lengah karena faktor iklim sangat memengaruhi perkembangan populasi nyamuk penular dengue.

Baca Juga: Wali Kota Tangsel Kenalkan Program Tangsel Berhaji, Warga Bisa Menabung Haji Sejak Dini

“Bisa saja saat ini kondisi iklim lebih mendukung sehingga jumlah vektor menurun. Tetapi kita tetap membutuhkan intervensi dan strategi yang kuat agar pengendalian dengue tetap berjalan dalam kondisi apa pun,” katanya.

Prima menegaskan bahwa strategi paling efektif dan berkelanjutan adalah pengendalian vektor melalui Gerakan 3M Plus, yakni menguras tempat penampungan air, menutup rapat tempat penyimpanan air, mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk, serta berbagai langkah pencegahan tambahan lainnya.

Dalam kesempatan itu, Kementerian Kesehatan memberikan apresiasi khusus kepada Pemerintah Kota Tangerang Selatan yang dinilai berhasil menjadi daerah pionir dalam implementasi Gerakan 3M Plus dan program Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik (GIRIJ).

Baca Juga: Tahun Baru Islam 1448 Hijriah di Tangsel, Benyamin Davnie Ajak Warga Bertransformasi dan Bijak Bermedia Sosial

“Saya sangat mengapresiasi Kota Tangerang Selatan. Tangsel merupakan pionir Gerakan 3M Plus. Ini menjadi model yang sangat baik untuk ditularkan ke kabupaten dan kota lain di Provinsi Banten, bahkan ke seluruh Indonesia,” ungkapnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Radi Iswan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X