Pamulang, bidiktangsel.com - Sengketa kepengurusan yang terjadi di lingkungan Yayasan Syarif Hidayatullah terkait pengelolaan lembaga pendidikan yang berafiliasi dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta kembali menjadi sorotan.
Sejumlah pihak yang terlibat dalam persoalan tersebut menempuh jalur mediasi pada Kamis (4/6/2026).
Proses mediasi melibatkan Badan Alternatif Penyelesaian Perkara dan Sengketa Jalur Mediasi (BAPEPSI) sebagai pihak penengah dalam upaya mencari solusi atas permasalahan internal yang masih berlangsung.
Baca Juga: Polemik Yayasan UIN Jakarta Memanas, Kuasa Hukum Tegaskan Hanya Sosialisasi Integrasi
Seorang mediator bersertifikat Mahkamah Agung, Hika T.A Putra yang hadir dalam pertemuan tersebut menegaskan bahwa dirinya tidak mewakili salah satu pihak yang bersengketa dan hanya menjalankan fungsi sebagai penengah.
"Saya mediator bersertifikat dari Mahkamah Agung, tetapi bukan dari Mahkamah Agung. Saya hadir sebagai mediator dan tidak berpihak kepada pihak mana pun. Tugas kami hanya menengahi agar tercapai solusi yang saling menguntungkan," ujarnya kepada awak media.
Menurutnya, kedatangan pihak yang berkepentingan ke lokasi sempat menimbulkan dinamika karena sebelumnya tidak terdapat pemberitahuan resmi kepada pihak keamanan maupun unsur terkait di lokasi.
Meski demikian, pihak pengelola disebut memberikan ruang apabila terdapat kebutuhan untuk melakukan pengecekan atau klarifikasi terhadap sejumlah hal yang menjadi pokok persoalan.
Dalam proses komunikasi tersebut, muncul usulan untuk melakukan diskusi langsung dengan pihak sekolah. Namun, agenda tersebut belum dapat terlaksana pada hari yang sama.
"Kami sudah menyampaikan keinginan dari salah satu pihak untuk berdiskusi. Namun pihak sekolah belum berkenan melakukan diskusi pada hari ini," kata mediator.
Situasi di lokasi sempat memanas ketika aktivitas yang berlangsung dihentikan menyusul pertimbangan keamanan.
Sejumlah pihak kemudian diminta untuk mundur guna menghindari kondisi yang dinilai tidak kondusif.
Mediator menjelaskan bahwa pertemuan tersebut tidak menghasilkan kesepakatan tertulis. Namun, terdapat pemahaman bersama terkait mekanisme komunikasi yang akan ditempuh ke depan.
Artikel Terkait
Evaluasi Makan Bergizi Gratis, Prabowo Ganti Kepala BGN dari Dadan Hindayana ke Nanik S Deyang
Prabowo Ganti Kepala Badan Gizi Nasional, Program Makan Bergizi Gratis Dipastikan Berjalan
Presiden Copot Kepala BGN, DPR Apresiasi Sikap Terbuka Pemerintah
DPR Nilai Nanik Sosok Tepat Pimpin BGN, Dinilai Teruji di Lapangan
Capaian Diplomasi Prabowo ke Saudi hingga AS, Kerja Sama Strategis Disinyalir Sentuh Angka Rp2.281 Triliun