Tangerang Selatan - Praktik nongkrong di kantin saat jam kerja dinilai bukan sekadar persoalan kebiasaan, melainkan mencerminkan lemahnya budaya disiplin dan pengawasan birokrasi.
Hal itu disampaikan pengamat analisis kebijakan publik, Aditya Bayu Wardana, menanggapi fenomena aparatur sipil negara (ASN) yang kerap terlihat menghabiskan waktu kerja di luar tugas utama.
Menurut Aditya, jam kerja seharusnya dimanfaatkan sepenuhnya untuk pelayanan publik, bukan aktivitas informal yang berpotensi mengurangi produktivitas dan kualitas layanan kepada masyarakat.
“Ketika ASN terlihat santai nongkrong di kantin saat jam kerja, itu menunjukkan ada masalah serius dalam tata kelola disiplin dan manajemen kinerja. Publik berhak mempertanyakan efektivitas birokrasi,” ujar Aditya dalam keterangannya, Selasa (7/1).
Ia menegaskan, kebiasaan tersebut berpotensi menciptakan preseden buruk di lingkungan kerja pemerintahan.
Jika dibiarkan, budaya permisif akan menggerus profesionalisme ASN dan menurunkan kepercayaan publik terhadap institusi negara.
Aditya menjelaskan, regulasi sebenarnya telah mengatur jam kerja dan kewajiban ASN secara tegas.
Namun, lemahnya pengawasan internal dan minimnya sanksi membuat pelanggaran kerap dianggap sepele.
“Masalahnya bukan di aturan, tapi pada implementasi. Tanpa pengawasan yang konsisten dan sanksi yang jelas, pelanggaran disiplin akan terus berulang,” katanya.
Ia mendorong pimpinan instansi untuk tidak bersikap toleran terhadap pelanggaran jam kerja, termasuk aktivitas nongkrong yang tidak berkaitan dengan tugas dinas.
Evaluasi kinerja, menurutnya, harus berbasis output dan kedisiplinan, bukan sekadar kehadiran administratif.
Artikel Terkait
IFG Corporate University Raih Akreditasi Global EFMD–CLIP dalam Lima Tahun Sejak Berdiri
Bukan Rp150 Juta, Terungkap Pembuatan Sumur Bor di Aceh dengan Biaya Rp15 Juta yang Kedalaman Mencapai 89 Meter
Pemkot Tangsel Berikan Diskon PBB-P2 Awal Tahun 2026, Berlaku hingga 30 Juni
Bantah Dakwaan Rp809 Miliar di Skandal Korupsi Chromebook, Nadiem Makarim: Tak Ada Uang Masuk ke Saya
Program “Ngontenin Tangsel” Berlanjut dengan Hadiah Lebih Menarik