Serpong, bidiktangsel.com - Polres Tangerang Selatan mengungkap kasus kekerasan terhadap anak di bawah umur sekaligus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang berujung kematian bayi berusia enam bulan.
Pengungkapan kasus ini disampaikan dalam press release akhir tahun 2025 yang digelar di Mapolres Tangerang Selatan, Rabu (31/12/2025).
Kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie, Kapolres Tangerang Selatan AKBP Victor D. H. Inkiriwang, S.H., S.I.K., M.Si., Wakapolres Kompol Muchammad Tri Yandi Permana, S.I.K., M.A., Kasat Reskrim AKP Wira Graha Setiawan, S.Tr.K., CBA., serta Kasi Humas AKP Muhammad Agil Sachril, S.H.
Baca Juga: Tutup Tahun 2025, Pemkot Tangsel Pastikan Pembersihan Sampah di Titik Kritis Tuntas
Kapolres Tangsel AKBP Victor Inkiriwang menjelaskan, kasus ini merupakan salah satu pengungkapan menonjol sepanjang Desember 2025 karena melibatkan korban bayi dan pelaku yang merupakan ayah kandungnya sendiri.
“Korban berinisial A.S.A., perempuan berusia sekitar enam bulan, meninggal dunia akibat kekerasan fisik. Tersangka I.S., laki-laki berusia sekitar 26 tahun, adalah ayah kandung korban,” ujar Kapolres dalam keterangannya.
Perkara ini tercatat berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/B/3057/XII/2025/SPKT/Polres Tangerang Selatan/Polda Metro Jaya tertanggal 15 Desember 2025.
Baca Juga: Polres Tangsel Ungkap Kasus, Lalai K3, Pabrik Obat Tradisional di Tangsel Meledak
Peristiwa terjadi dalam dua rangkaian waktu, yakni pada Jumat, 12 Desember 2025 sekitar pukul 17.00 WIB dan Minggu, 14 Desember 2025, di kamar warung sembako di Jalan Betawi, Kampung Gunung Kalimati, Kelurahan Jombang, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan.
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis sementara dari RS Kabupaten Tangerang pada 15 Desember 2025, korban mengalami sejumlah luka serius.
Di antaranya memar di dahi kiri, kepala kanan belakang, kelopak mata, pipi, hingga pergelangan kaki.
Selain itu, ditemukan patah tulang tengkorak bagian kanan belakang, kerusakan jaringan otak besar, serta pendarahan pada batang otak.
Baca Juga: PGI Kota Bogor Targetkan Emas Kirim Tiga Atlet ke Porprov Jawa Barat 2026
Kesimpulan medis menyebutkan penyebab kematian korban adalah kekerasan tumpul pada kepala.
Artikel Terkait
Sebagian Warga Tamiang Hulu Masih Krisis Air Bersih, Sisa Banjir Dipakai untuk Mencuci Peralatan Makan
Warga Gayo Lues Beri Durian dan Manggis untuk TNI yang Kirim Bantuan Logistik: Jumlahnya Banyak Sekali
Pemkot Tangsel Angkut Sampah Jalanan Secara Bertahap, Prioritaskan Titik Kritis
Alifudin Resmi Nahkodai GP Ansor Ciputat Timur 2025–2028
Tim SAR Temukan Satu Jenazah, Diduga Salah Satu Korban Kapal Keluarga Pelatih Valencia di Labuan Bajo