CIPUTAT TIMUR — M. Nur Alifudin resmi terpilih sebagai Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Ciputat Timur untuk Masa Khidmah 2025–2028.
Kepastian itu ditetapkan melalui Konferensi Anak Cabang (Konferancab) GP Ansor Ciputat Timur yang digelar pada Sabtu, 27 Desember 2025, di Aula Kecamatan Ciputat Timur.
Alifudin terpilih secara sah melalui mekanisme musyawarah mufakat dengan dukungan solid dari empat ranting, yakni Ranting Pondok Ranji, Cirendeu, Rengas, dan Cempaka Putih.
Baca Juga: Pemkot Tangsel Angkut Sampah Jalanan Secara Bertahap, Prioritaskan Titik Kritis
Dukungan penuh tersebut menjadi penanda kuatnya legitimasi kepemimpinan baru di tubuh GP Ansor Ciputat Timur.
Konferancab berlangsung tertib dan khidmat dengan dihadiri jajaran struktural Nahdlatul Ulama (NU) dan pemerintahan setempat.
Sejumlah tokoh hadir, di antaranya pengurus MWC NU Ciputat Timur, perwakilan Kecamatan Ciputat Timur, serta unsur TNI-Polri melalui Babinsa dan Bhabinkamtibmas yang turut mengawal jalannya agenda organisasi.
Dari tingkat wilayah dan cabang, tampak kehadiran Sekretaris PW GP Ansor Banten Sahabat Gus Alvi, Wakil Ketua PW GP Ansor Banten Sahabat Ahmad Basuni, serta Wakil Ketua PW GP Ansor Banten Sahabat Fauzi.
Hadir pula Sekretaris PC GP Ansor Kota Tangerang Selatan Sahabat Amizar bersama perwakilan PAC GP Ansor dari berbagai kecamatan.
Dalam sambutan perdananya, Alifudin menegaskan bahwa amanah tersebut bukan sekadar jabatan, melainkan tanggung jawab kolektif yang harus dijalankan secara disiplin dan berkelanjutan. Ia menyatakan langkah awal kepemimpinannya adalah melakukan konsolidasi internal organisasi, khususnya dengan empat ranting yang telah memberikan mandat.
“Fokus kami tiga tahun ke depan adalah memperkuat koordinasi ranting agar program GP Ansor benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, sekaligus memperkokoh peran Ansor sebagai benteng ulama dan penjaga NKRI di Ciputat Timur,” tegas Alifudin.
Ia juga menekankan pentingnya GP Ansor Ciputat Timur bersikap adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisi santri.
Artikel Terkait
Viral Warga Dusun Thekelan Kabupaten Semarang Berjajar Rapi, Hormati dan Sambut Jemaat Gereja saat Natal
Aki Alat Berat Dicuri, Warga Lapau Munggu Gotong Royong Pindahkan Kayu Gelondongan dan Batu Usai Muncul Aliran Baru Muncul di Sungai Guo
Detik-Detik Agam Sumatera Barat Dihantam Banjir Bandang Lagi, Air Bawa Kayu Hantam Pemukiman Warga
Resmikan Gedung Ibadah GKI Serpong PK Nusa Loka, Tegaskan Toleransi dan Kebersamaan di Tangsel
Antisipasi KLB Penyakit Pascabanjir, Eks Ketum PB IDI Ingatkan Pelayanan Kesehatan Harus Dekat dengan Posko Pengungsian