Tangerang Selatan – Ketua DPRD Kota Tangerang Selatan, Abdul Rasyid, menekankan pentingnya sinergi dalam perencanaan pembangunan daerah dalam Forum Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2026 dan Forum Konsultasi Publik Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029.
Dalam pemaparannya, ia menyoroti berbagai tantangan pembangunan yang perlu menjadi perhatian bersama untuk mewujudkan pembangunan yang efektif dan berkelanjutan.
Baca Juga: Bupati Tatu Ajak Masyarakat Sukseskan PSU Pilkada Kabupaten Serang 2024
Fokus Utama Perencanaan Pembangunan Tangsel
Abdul Rasyid menjelaskan bahwa perencanaan pembangunan daerah harus sejalan dengan kebijakan nasional, termasuk visi Astacita Presiden Ekonomi Indonesia yang terdiri dari delapan poin utama:
- Penguatan Ideologi Pancasila, Demokrasi, dan HAM, serta memastikan pembangunan yang berlandaskan nilai-nilai kebangsaan.
- Kemandirian Nasional di berbagai sektor, termasuk pangan, energi, ekonomi digital, dan ekonomi hijau.
- Peningkatan Infrastruktur dan Lapangan Kerja dengan fokus pada industri kreatif, kewirausahaan, dan peran koperasi.
- Pengembangan SDM di bidang pendidikan, kesehatan, dan prestasi olahraga, serta pemberdayaan perempuan, generasi muda, dan penyandang disabilitas.
- Hilirisasi dan Penguatan Industri Berbasis Sumber Daya Alam untuk meningkatkan nilai tambah dalam negeri.
- Pembangunan Berbasis Desa guna meningkatkan pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan.
- Reformasi Politik, Hukum, dan Birokrasi, termasuk pemberantasan korupsi, narkoba, dan penyelundupan.
- Harmoni Sosial dan Lingkungan, dengan meningkatkan toleransi antarumat beragama serta menjaga keseimbangan ekosistem.
Menurutnya, tahun 2026 merupakan tahun kedua dari implementasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029, sehingga delapan visi tersebut harus menjadi pedoman utama dalam menyusun RKPD Kota Tangerang Selatan tahun 2026.
Penurunan Angka Kemiskinan dan Peningkatan IPM
DPRD Kota Tangerang Selatan mengapresiasi capaian dalam menurunkan angka kemiskinan dari 2,57% pada tahun 2023 menjadi 2,36% atau sekitar 43.330 jiwa pada tahun 2024.
Namun, Abdul Rasyid menegaskan bahwa upaya penurunan kemiskinan harus terus diperkuat di tahun-tahun mendatang.
Baca Juga: Bahagianya ASN, Gaji ke-13 dan THR ASN Pemkab Serang Mulai Besok Cair
Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga menjadi indikator penting dalam mengukur kemajuan daerah. DPRD mendorong program peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, dan daya beli masyarakat agar IPM Kota Tangerang Selatan semakin meningkat.
Salah satu program yang menjadi perhatian adalah makan bergizi gratis di sekolah, yang akan dievaluasi efektivitasnya sebelum implementasi lebih lanjut pada tahun 2026.
Keberhasilan Penurunan Stunting dan Tantangan Pengelolaan Sampah
Dalam hal kesehatan, Kota Tangerang Selatan mencatat keberhasilan dalam menurunkan prevalensi stunting dari 19% pada 2021 menjadi 9% pada 2022, dan turun lagi menjadi 5,6% pada 2024.
Baca Juga: Disnaker Tangsel Buka Posko Pengaduan THR, Pastikan Hak Pekerja Terpenuhi
Meskipun angka ini cukup baik, DPRD menekankan perlunya strategi yang lebih sistematis dan komprehensif untuk terus menekan angka stunting, termasuk melalui intervensi pencegahan sejak masa kehamilan.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo dan Rektor Bahas Peran Perguruan Tinggi dalam Kemajuan Indonesia
Pemerintah Perketat Pengawasan untuk Mencegah Korupsi di Lingkungan Instansi
Pemkot Tangsel Gelar Peringatan Malam Nuzulul Quran, Ustaz Abdul Somad Beri Tausyiah
Pemprov Banten Perkuat Kolaborasi dengan Kabupaten/Kota, Safari Ramadan Jadi Momentum Silaturahmi
Polsek Ciputat Timur Bantu Ibu dan Anak yang Kehabisan Tiket Bus di Ciputat