Ciputat, bidiktangsel.com - Teguh Wijaya, Ketua Dewan Pembina Dewan Kesenian Kota Tangerang Selatan (DKTS), menyerukan pentingnya melestarikan seni tradisional sebagai bagian dari identitas budaya lokal.
Dalam wawancara khusus, ia menyoroti seni tradisional Rampak Barong sebagai salah satu aset artistik yang perlu mendapatkan perhatian lebih serius.
Baca Juga: Inflasi YoY di Banten Tercatat 1,88 Persen, Kelompok Makanan Dominasi Penyumbang Utama
Menurut Teguh, seni Rampak Barong memiliki nilai artistik dan historis yang sangat monumental.
"Rampak Barong bukan sekadar pertunjukan seni, tetapi juga bagian dari warisan budaya yang merefleksikan kearifan lokal dan kreativitas masyarakat kita. Saya yakin seni ini dapat menjadi daya tarik budaya yang luar biasa jika dimunculkan kembali," ujar Teguh.
Ia menambahkan, revitalisasi seni tradisional dapat menjadi langkah strategis dalam membangun ekosistem kesenian yang inklusif.
Baca Juga: Kejaksaan Agung Tanggapi Pernyataan Presiden Prabowo Subianto Terkait Vonis 50 Tahun
Teguh percaya, melalui kolaborasi antara pemerintah, komunitas seni, dan masyarakat, seni tradisional seperti Rampak Barong dapat kembali hidup dan memberikan manfaat ekonomi serta sosial bagi warga Tangerang Selatan.
Dewan Kesenian Kota Tangerang Selatan sendiri berkomitmen untuk terus mendorong berbagai program yang mendukung pelestarian budaya lokal.
Beberapa inisiatif yang direncanakan mencakup pelatihan seni tradisional, festival budaya, dan kolaborasi lintas komunitas untuk mengembangkan seni tradisional ke panggung nasional maupun internasional.
Baca Juga: Muhaimin Iskandar: Pinjaman KUR 2025 Akan Dipermudah untuk Dorong Pemberdayaan Masyarakat
"Sebagai kota yang terus berkembang, Tangerang Selatan perlu menjaga keseimbangan antara modernitas dan warisan budaya. Seni tradisional seperti Rampak Barong adalah salah satu wujud dari identitas kita yang tak boleh hilang," tambah Teguh.
Dukungan dari masyarakat, lanjutnya, menjadi faktor kunci dalam memastikan keberlangsungan seni tradisional.
"Saya mengajak semua pihak, terutama generasi muda, untuk mengenal dan mencintai seni budaya lokal kita. Dengan semangat bersama, kita bisa menjaga dan mewariskan kekayaan budaya ini kepada generasi mendatang," pungkasnya.
Artikel Terkait
Mendikdasmen Abdul Mu'ti Jelaskan Kebijakan Kesejahteraan Guru ASN dan Non-ASN: Fokus pada Sertifikasi dan Pelatihan
Pj Bupati Tangerang Resmikan Gedung IGD Baru di RSUD Balaraja: Tingkatkan Layanan Kesehatan Masyarakat
Pemkab Tangerang Lantik 60 ASN Jabatan Fungsional, Fokus pada Profesionalisme dan Akuntabilitas
Capaian Pajak Kota Tangerang 2024 Melampaui Target, Optimisme Tinggi untuk 2025
Meriahnya Malam Tahun Baru 2025 di Kota Tangerang: Pj Wali Kota Dr. Nurdin Hadiri Istigasah dan Bahas Rencana Strategis