Penanaman Pohon di Kampung Keranggan: Perkuat Ekosistem Hijau dan Warisan Budaya di Tangsel

photo author
Radi Iswan, Bidik Tangsel
- Minggu, 15 Desember 2024 | 15:34 WIB
Penanaman pohon dilakukan di sepanjang Tepi Sungai Cisadane.
Penanaman pohon dilakukan di sepanjang Tepi Sungai Cisadane.

Setu, bidiktangsel.com – Kampung Keranggan menjadi pusat perhatian dalam upaya pelestarian lingkungan melalui penanaman bambu yang berlangsung sebagai bagian dari rangkaian acara Indonesia Creative Cities Festival (ICCF) 2024, pada Sabtu (14/12/2024).

Kegiatan ini tidak hanya bertujuan memperkuat ekosistem hijau di Tangerang Selatan (Tangsel), tetapi juga menjadi simbol inovasi berkelanjutan untuk menjaga tradisi lokal.

Baca Juga: ICCF 2024: Transformasi Tangerang Selatan Menuju Pusat Ekonomi Kreatif Nasional

Penanaman pohon dilakukan di sepanjang Tepi Sungai Cisadane, menandai langkah konkret Tangsel dalam membangun kota yang ramah lingkungan.

Mukoddas Syuhada, Asisten Daerah III Tangsel, menyebutkan bahwa Kampung Keranggan memiliki nilai historis dan ekologis yang penting.

“Kampung Keranggan adalah salah satu kampung tertua sejak zaman Kesultanan Banten. Penanaman bambu di sini adalah upaya untuk menjaga tradisi lokal sembari menyesuaikan dengan kebutuhan era modern,” jelas Mukoddas.

Baca Juga: Kolaborasi Semua Pihak, Kunci Penurunan Pengangguran Terbuka di Banten

Bambu dipilih sebagai tanaman utama karena multifungsi, baik sebagai bahan pengganti plastik maupun material konstruksi yang kuat dan ramah lingkungan.

Mukoddas juga mengungkapkan rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel untuk menerapkan teknologi dalam penanaman pohon.

Lewat inovasi ini, masyarakat dapat ikut serta secara digital dalam penghijauan, memanfaatkan perangkat seluler untuk mendukung pelestarian lingkungan di wilayah Tangsel.

Baca Juga: Pemkab Serang Targetkan 2,9 Juta Kunjungan Wisatawan pada Libur Nataru 2025

“Kami ingin mengajak masyarakat berkontribusi dengan cara yang mudah dan modern, sehingga kesadaran akan lingkungan semakin meluas,” tambahnya.

Ketua ICCF 2024, Hilmi Fabeta, memuji inisiatif ini sebagai contoh nyata kolaborasi yang menggabungkan tradisi, teknologi, dan inovasi lingkungan.

“Kegiatan ini bukan hanya menanam pohon, tetapi juga menanam kesadaran dan semangat inovasi di tengah masyarakat,” ujar Hilmi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Radi Iswan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X