Serpong, bidiktangsel.com — Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBk) akan menutup total Jalan Setu Raya untuk melanjutkan pembangunan jembatan baru, Rabu, 13 November 2024.
Penutupan ini akan berlangsung dari 14 November hingga 10 Desember 2024.
Baca Juga: Penataan Pasar Ciputat Ditargetkan Rampung Akhir Desember 2024, Intensifkan Penertiban Pedagang
Langkah ini diambil guna mempercepat proyek konstruksi setelah sistem buka-tutup lalu lintas dinilai kurang efektif, terutama menghadapi kendala teknis di area pembangunan.
Kabid Bina Marga SDABMBk Tangsel, Ahmad Fatullah, menegaskan bahwa penutupan penuh sangat penting untuk menjamin keselamatan dan kualitas konstruksi.
"Jembatan lama sudah tidak memenuhi standar keamanan, dan kami tidak ingin mengambil risiko terhadap keselamatan pengguna jalan. Ini adalah akses utama bagi warga Setu dan sekitarnya," ungkap Fatullah.
Baca Juga: Pemkot Tangsel Lakukan Perbaikan di Jalan Masuk Cendana Residence
Jembatan baru ini akan menggunakan teknologi box culvert yang dikenal lebih kuat dan tahan lama.
Teknologi tersebut memungkinkan aliran air yang lebih baik sehingga meningkatkan ketahanan jembatan.
"Selain lebih kokoh, teknologi ini membuat jembatan lebih awet," jelasnya.
Saat ini, progres konstruksi telah mencapai sekitar 30-40%, namun ada hambatan pada bagian sisi jembatan berdesain diagonal yang membuat metode buka-tutup justru memperlambat pekerjaan.
Baca Juga: Pemerintah Kumpulkan Pajak Rp29,97 Triliun dari Usaha Ekonomi Digital hingga Oktober 2024
Oleh karena itu, penutupan total dipilih sebagai solusi terbaik. Fatullah juga menyebutkan bahwa koordinasi dengan dinas terkait dan pihak kepolisian sudah dilakukan untuk memastikan kelancaran lalu lintas selama masa penutupan.
Untuk meminimalkan dampak penutupan ini, pihak SDABMBk telah menyiapkan rute alternatif bagi pengendara.
Artikel Terkait
Pemkot Tangsel Perkuat Upaya Tanggap Banjir, dari Evakuasi hingga Bantuan Logistik
Pemkot Tangsel Tambah Rute Bus Sekolah Gratis untuk Pelajar, Simak Rutenya!
Kontroversi Profesionalisme: Cabup Wakatobi Haliana Diduga Manipulasi Hasil Survei dan Direktur Riset Index Politica
Debat Publik, Rama Shinta Soroti Keterbatasan Fasilitas Kesehatan
Debat Publik, Strategi Benyamin-Pilar Tingkatkan Kualitas Pendidikan Dasar dan Menengah