Setu, bidiktangsel.com - Pada Sabtu (21/9/2024), digelar apel gabungan penertiban alat peraga sosialisasi pemilihan serentak di Lapangan Satpol PP Kecamatan Setu, Tangerang Selatan.
Acara ini dihadiri oleh perwakilan pemerintah daerah, Bawaslu, dan unsur kepolisian setempat.
Baca Juga: KPU Tangsel Menetapkan Jumlah DPT 1.058.127 Pemilih
Sekretaris Daerah (Sekda) Tangerang Selatan, Bambang Nurjahtjo, dalam wawancara khusus dengan awak media, menjelaskan pentingnya penertiban alat peraga sosialisasi jelang masa kampanye resmi yang dimulai pada 25 September 2024.
“Baik hari ini, kami, Pemerintah Tangerang Selatan bersama Bawaslu dan unsur Polri, terlibat dalam penertiban alat peraga sosialisasi terkait pemilihan. Penertiban ini penting untuk memberikan kesetaraan kepada seluruh pasangan calon, baik di tingkat kota maupun provinsi. Ada dua pasangan calon di Tangerang Selatan dan dua pasangan di tingkat provinsi. Bawaslu memiliki kriteria alat peraga sosialisasi yang harus ditertibkan,” ujar Bambang.
Lebih lanjut, Bambang menegaskan bahwa penertiban alat peraga sosialisasi ini harus dilakukan agar tidak ada pihak yang diuntungkan sebelum masa kampanye dimulai.
"Kampanye akan dimulai tanggal 25, jadi penertiban harus dilakukan hingga alat peraga sosialisasi tidak lagi terlihat dan tidak difungsikan sebagai media sosialisasi," tambahnya.
Menurut Bambang, penertiban ini dilakukan secara signifikan di beberapa titik hingga batas waktu 24 September 2024, memastikan bahwa saat masa kampanye dimulai, alat peraga sosialisasi sudah tidak ada lagi di lapangan.
Setelah tanggal 25, alat peraga kampanye akan sah digunakan sesuai aturan yang berlaku.
Di kesempatan yang sama, Ketua Bawaslu Tangerang Selatan, M. Acep, menambahkan bahwa penertiban dilakukan untuk menjaga kesetaraan bagi seluruh pasangan calon.
"Hari ini, kami sudah membagi tim penertiban. Satpol PP akan bertanggung jawab di jalan-jalan utama kota dan provinsi, sementara penertiban di jalan kecamatan dan kelurahan akan dilakukan oleh tim gabungan yang melibatkan anggota Bawaslu di tingkat kecamatan dan kelurahan," jelas Acep.
Sebanyak 150 petugas diturunkan untuk melakukan penertiban hingga tanggal 24 September.
Artikel Terkait
Indonesia Darurat Judi Online: Bongkar Praktik Fantastis Senilai Rp 665 Triliun, Pemerintah dan Diskominfo Kabupaten Tangerang Bergerak Edukasi Warga
Gerakan Pangan Murah: 2 Ton Beras Didistribusikan untuk Stabilkan Harga
Gotong Toapekong Kembali Digelar: Perayaan Budaya Tionghoa yang Ikonik Akan Meriahkan Kota Tangerang
Terima Penghargaan Merdeka Awards, Smart City Kota Tangerang Jadi Sorotan
MBG Siap Jadi Andalan Nasional: Uji Coba Sukses di Sejumlah Kota