Panen Jagung Pulut di Ciputat: Edukasi Pertanian dan Agrowisata di Tangerang Selatan

photo author
Radi Iswan, Bidik Tangsel
- Sabtu, 10 Agustus 2024 | 20:23 WIB
Kelompok Wanita Tani (KWT) Garuda PPM 12 di Taman Petik, Cipayung, Kecamatan Ciputat.
Kelompok Wanita Tani (KWT) Garuda PPM 12 di Taman Petik, Cipayung, Kecamatan Ciputat.

Ciputat, bidiktangsel.com – Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, menghadiri acara panen jagung pulut yang diselenggarakan oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Garuda PPM 12 di Taman Petik, Cipayung, Kecamatan Ciputat, pada Jumat (09/08/2024).

Kegiatan ini tidak hanya menjadi momen penting dalam pertanian lokal, tetapi juga menjadi sarana edukasi yang bermanfaat bagi anak-anak di sekitar, untuk lebih mengenal dunia pertanian.

Baca Juga: Pemkot Tangerang Selatan Raih Penghargaan Universal Health Coverage 2024 dari BPJS Kesehatan

Dalam sambutannya, Pilar mengapresiasi keberhasilan KWT Garuda PPM 12 dalam menanam dan memanen jagung pulut di lahan tersebut.

"Alhamdulillah, hari ini kita dapat menyaksikan panen jagung pulut yang pertama kali di lahan ini. Beberapa waktu lalu, saya sempat hadir saat penanaman, dan kini hasilnya sudah bisa kita nikmati," ujar Pilar.

Pilar juga menekankan pentingnya peningkatan fasilitas pertanian yang lebih modern, seperti penggunaan paving block, yang tidak hanya mempermudah kegiatan bercocok tanam, tetapi juga menciptakan lingkungan yang lebih nyaman bagi anak-anak yang turut serta dalam kegiatan ini.

Baca Juga: Ahmad Ridwan Terima Silaturahmi Promedia di Batang, Bahas Peran Media dalam Pilkada 2024

"Dulu, anak-anak bermain dengan sepatu yang penuh lumpur, sekarang mereka bisa belajar bertani dalam kondisi yang lebih nyaman. Ini bukan hanya soal memajukan pertanian, tetapi juga mengembangkan agrowisata di tengah kota," tambahnya.

Lebih lanjut, Pilar menyoroti pentingnya edukasi pertanian bagi generasi muda. Menurutnya, banyak anak-anak yang belum memahami asal-usul makanan yang mereka konsumsi setiap hari.

"Anak-anak tahu makan nasi, tapi tidak tahu dari mana beras berasal. Mereka tahu sayuran, tapi tidak paham bagaimana sayuran tersebut ditanam dan dipanen. Kegiatan seperti ini mengajarkan mereka untuk lebih menghargai makanan dan memahami proses di baliknya," jelas Pilar.

Pilar juga menyinggung tentang kondisi pangan di Indonesia, mengingatkan bahwa negara ini pernah dikenal dengan swasembada pangan.

Baca Juga: Pemprov Kalteng Bersiap Sambut MTQ VII Korpri 2024 di Palangkaraya

"Dulu kita surplus pangan dan bisa ekspor, tetapi sekarang kita malah banyak mengimpor. Edukasi pertanian bagi anak-anak sangat penting agar mereka bisa memahami dan menghargai sektor ini," ungkapnya.

Acara panen jagung pulut ini menjadi contoh nyata bagaimana kegiatan pertanian dapat dikemas dengan cara yang menarik dan edukatif, terutama bagi anak-anak yang jarang terpapar dunia pertanian di perkotaan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Radi Iswan

Sumber: Diskominfo Kota Tangsel

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X