Artikel, bidiktangsel.com -Ketika pembangunan Gelanggang Budaya di Taman Kota 2 BSD mengalami kendala beberapa tahun lalu, komunitas seniman Tangerang Selatan (Tangsel) menyuarakan ketidakpuasan mereka dengan tegas.
Proyek yang seharusnya menjadi tempat bagi para seniman untuk menampilkan karya mereka itu sempat mangkrak, memicu demonstrasi dan komentar di media lokal.
Baca Juga: Geoportal Kebijakan Satu Peta 2.0 Diluncurkan, Dorong Investasi dan Kepastian Hukum
Kekecewaan mendalam dirasakan karena panggung seni budaya yang penting bagi kemajuan kota malah terhenti akibat korupsi.
Seni dan budaya adalah aspek vital yang sakral bagi sebuah kota yang ingin maju.
Setelah adanya tambahan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), pembangunan gelanggang budaya akhirnya terselesaikan.
Namun, rumah kayu di atas pohon yang berada di sebelahnya hancur sebelum sempat difungsikan karena kurangnya perawatan.
Baca Juga: Kanwil DJP Banten Tingkatkan Edukasi Perpajakan Melalui Kerja Sama dengan LPP RRI Banten
Kini, gelanggang budaya tersebut menjadi harapan baru bagi seniman Tangsel, terutama yang berada di bawah naungan Dewan Kesenian Tangerang Selatan (DKTS).
Ketua DKTS saat itu, Shobir Poor, aktif memanfaatkan gedung tersebut dengan mengadakan berbagai acara seni seperti pembacaan puisi dan pameran lukisan.
Ada keinginan dari pengurus DKTS untuk menjadikan gedung ini sebagai basecamp bagi seniman Tangsel, bahkan mungkin sebagai sekretariat DKTS.
Dukungan dan harapan pun mengalir agar Taman Kota 2 BSD bisa menjadi pusat kreativitas seni bagi seniman dan budayawan.
Baca Juga: Bupati Serang Tatu Chasanah Berikan Beasiswa S1 kepada 873 Guru PAUD
Tercetuslah ide untuk mengembangkan Taman Kota 2 BSD tidak hanya sebagai pusat seni, tetapi juga sebagai pasar bagi produk-produk seni yang tumbuh di kota ini.
Artikel Terkait
Pj Gubernur Banten Dorong Pembahasan Segera Dua Raperda Urgen!
GIIAS 2024 Dorong Pertumbuhan Ekonomi Banten dan Nasional
Pj Gubernur Banten Al Muktabar: Geoportal KSP 2.0 dan White Paper OMO Beyond 2024
Gaharu Nusantara Bersinar dan BNN Banten Sosialisasikan Bahaya Narkotika di Pamarayan
Indonesia Perlu Upaya Terpadu Hadapi Berbagai Potensi Bencana, Kata Direktur Kemendagri