Wakil Wali Kota Tangsel Instruksikan Redkar untuk Edukasi Pencegahan Kebakaran

photo author
Radi Iswan, Bidik Tangsel
- Kamis, 13 Juni 2024 | 20:38 WIB
Edukasi mengenai pencegahan dan pengurangan risiko kebakaran.
Edukasi mengenai pencegahan dan pengurangan risiko kebakaran.

Setu, bidiktangsel.com - Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Pilar Saga Ichsan, menginstruksikan Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) untuk aktif memberikan edukasi mengenai pencegahan dan pengurangan risiko kebakaran.

Arahan ini disampaikan saat memberikan pembinaan kepada Redkar se-Tangsel di Setu, pada Selasa (11/06/2024).

"Redkar ini merupakan perpanjangan tangan dari Damkar, sehingga mereka harus aktif dalam memberikan edukasi pencegahan dan risiko kebakaran. Apalagi mereka lebih dekat dan menyentuh masyarakat," ujar Pilar.

Baca Juga: Ketersediaan Pangan di Tangsel Aman Menjelang Idul Adha 1445 H, Pastikan Stabilitas Harga

Pilar menekankan bahwa tugas ini harus dilakukan secara konsisten dan bersinergi dengan Damkar serta stakeholder lainnya untuk mencegah dan mengurangi risiko kebakaran.

Sebagai bentuk kepedulian, Pemerintah Kota Tangsel memberikan BPJS Ketenagakerjaan kepada seluruh anggota Redkar.

"Saat ini kita memberikan BPJS Ketenagakerjaan bagi seluruh anggota Redkar. Mereka bekerja bersama RT dan RW untuk mengantisipasi potensi kebakaran sejak dini," jelasnya.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Ahmad Dohiri, menambahkan bahwa seluruh anggota Redkar telah menerima pelatihan khusus.

Pelatihan ini mencakup penanggulangan kebakaran, cara menangkap ular, dan keterampilan lainnya.

Baca Juga: Wakil Bupati Pandeglang Sambut Kerjasama dengan Pikiran Rakyat untuk Literasi Keuangan

"Tidak hanya pelatihan kebakaran, anggota Redkar juga dilatih cara menangkap ular dan lain-lain. Semua itu sudah kami ajarkan," katanya.

Selain itu, Damkar juga bekerja sama dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk memberikan pelatihan mengenai kelistrikan.

Ini dilakukan karena sebagian besar kebakaran dalam periode 2019-2024 disebabkan oleh korsleting listrik.

"Kita mengundang PLN untuk memberikan pelatihan kelistrikan agar di rumah tidak terjadi kebakaran. Dari catatan, 70 persen kebakaran disebabkan oleh korsleting listrik, sehingga ini harus menjadi perhatian kita," terang Ahmad.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Radi Iswan

Sumber: Diskominfo Kota Tangsel

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X